Pemkot Akan Tambah Petugas Kebersihan

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Menjaga kebersihan Kota Kupang, Pemerintah setempat masih mengkaji manajemen kebersihan, diantaranya penempatan petugas, tanggung jawab serta personel.

Pasalnya, untuk memaksimalkan penanganan kebersihan, maka tanggung jawab kebersihan tidak hanya ada di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK). Ada opsi untuk memindahkan petugas kebersihan menjadi kewenangan kelurahan.

Demikian dikatakan, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore kepada wartawan di Kupang, Selasa (30/1/2018).

Jefri mengaku akan melakukan kajian lebih jauh untuk menangani masalah sampah di Kota Kupang. “Kami akan mengkaji, apakah harus penanganan sampah dilakukan oleh setiap kelurahan. Jadi petugas kebersihan hanya tinggal ambil-ambil saja,” ujar Wali Kota.

Ia menjelaskan, jika penanganan sampah diserahkan kepada kelurahan, perlu dikaji apakah harus ada penambahan jumlah tenaga kebersihan sesuai kebutuhan kelurahan. Termasuk mengkaji dana yang dibutuhkan. “Kami masih mengkaji butuh tambahan orang berapa, butuh dana berapa, untuk bisa mewujudkan ini. Jadi setiap kelurahan mengurus sampahnya sendiri. Petugas kebersihan dari dinas hanya tinggal mengangkut dan membawanya ke Tempat Pembuangan Akhir saja,” terangnya.

Dikatakan, petugas kebersihan yang ada sekarang bukan berasal dari wilayah tersebut. Banyak dari wilayah lain. Oleh karena itu, pemerintah masih mengkaji agar petugas kebersihan adalah warga di kelurahan tersebut. Petugas kebersihan dan lurah bertanggung jawab terhadap wilayahnya masing-masing.

“Agar motor-motor sampah di setiap kelurahan dimanfaatkan dengan baik. Jangan hanya diparkir tetapi digunakan. Pemerintah masih mengkaji jumlah orang yang perlu ditambah, dan jumlah dana yang dibutuhkan,” katanya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang, Herry Kadja Dahi mengatakan petugas kebersihan di Kota Kupang perlu diatur dengan baik. Menurutnya, perlu ada penambahan petugas kebersihan. Sebab, di Kota Kupang terdapan 51 kelurahan. Sampah pun semakin meningkat mengingat jumlah penduduk terus bertambah. Termasuk jumlah perumahan pun terus meningkat.

“Saya setuju jika sejumlah kewenangan dinas kebersihan dilimpahkan ke kelurahan. Dengan demikian, kelurahan yang setiap hari memantau lapangan. Setiap kelurahan bertanggung jawab terhadap kebersihan di wilayah masing-masing. Dinas Kebersihan hanya mengatur saja. Tidak perlu menghandel langsung petugas yang ada. Tapi tinggal memantau setiap hari dan petugas kelurahan yang bergerak,” katanya.