Anggota Komisi III Ingin Lengserkan Herry Kadja Dari Ketua Komisi

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Sejumlah Anggota Komisi III di DPRD Kota Kupang melayangkan surat kepada Ketua DPRD Kota Kupang, dengan tembusan kepada pimpinan Fraksi di DPRD Kota Kupang, yang meminta agar pimpinan Komisi III DPRD Kota Kupang, Herry Kadja Dahi segera diganti.

Surat tertanggal 19 januari yang ditandatangani oleh 7 Anggota Komisi III, masing-masing, Wakil Ketua Komisi III, Kamilus G.Tokan, Sekertaris Komisi, Tellendmark Daud, Jhon G.Seran, Elia T.Salean, Donald M.Kana, Djainudin Lonek, Nithanel Pandie, menginginkan Herry Dahi Kadja dilengserkan dari pimpinan Komisi.

Dalam surat ketujuh anggota Komisi inginkan pergantian ketua, karena Mereka menilai Ketua Komisi III kurang koordinasi dengan para anggota Komisi dalam menjalankan fungsi dan tugas komisi, menyebabkan tugas kerja lingkup komsi III tidak dapat berjalan dengan baik. Sehingga untuk memaksimalkan kerja Komisi, dalam surat itu menginginkan segera dilakukan pergantian komisi demi efektivitas kinerja komisi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun NTTOnlinenow.com, surat yang menginginkan adanya pergantian Komisi III, Herry Kadja, telah disampaikan kepada Ketua DPRD Kota Kupang Yeskial Loudoe, dan Delapan Pimpinan Fraksi di DPRD Kota Kupang.

Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskial Loudoe yang dihubungi terpisah melalui Handphone, mengaku tidak bisa memberikan komentar karena masih mengikuti kegiatan verifikasi Parpol yang dilakukan oleh pihak KPU Kota Kupang. Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III, Kamilus G. Tokan. Saat dihubungi via telepon genggamnya, ia mengaku bahwa ada keinginan dari sejumlah Anggota Komisi III yang menginginkan Ketua Komisi III harus diganti.

“Saya masih mengikuti kegiatan verifikasi parpol sehingga saya tidak bisa memberikan komentar lebih banyak. Hanya surat itu memang benar kami layangkan karena berdasarkan masukan dari anggota komisi yang menginginkan Ketua Komisi III diganti,” kata Tokan.

Sementara itu, salah satu anggota Komisi III, Donald M. Kana yang juga tecantum dalam surat tersebut, mengaku tidak tahu menahu soal namanya tercantum dalam surat. Tanpa menyebut siapa yang menyuruhnya, Donald mengaku pernah diminta untuk menandatangani kertas kosong kala komisi III sedang rapat, sehingga dirinya menduga bahwa tandatangan diatas kertas kosong itu yang dimanfaatkan sebagai bukti dirinya turut meminta ketua Komisi III mundur dari jabatannya, dan namanya disebut dalam surat itu.

“Saya justru baru mendengar dari kaka (wartawan red) soal nama saya tercantum dalam surat yang menginginkan Ketua Komisi III diganti. Terus terang saya tidak tahu. Coba kaka tanya saja di anggota Komisi yang lain,” kata Donald.

Sementara itu, Sekertaris Komisi III, Telendmark yang coba dihubungi media ini lewat telepon genggamnya, tidak menjawab panggilan meskipun sudah dihubungi sebanyak tiga kali.

Terpisah, Ketua Komisi III, Herry Kadja yang dimintai komentarnya terkait surat tersebut, mengaku sangat wajar permintaan pergantian dirinya sebagai ketua Komisi III sebagai hal yang wajar dari sebuah dinamika politik. Namun permintaan pergantian harus melalui dinamika yang benar sebab penunjukannya sebagai Ketua Komisi berdasarkan kesepakatan bersama.

“Tapi kalau para anggota menginginkan adanya pergantian ya silahkan ambil saja dan saya tidak rakus jabatan,” kata Herry

Herry mengaku, sesuai yang dijadwalkan bersama para anggota Komisi, Hari ini selasa (30/1/2018) akan dilakukan rapat komisi bersama para anggota, hanya saja sebagai Ketua DPC Demokrat Kota Kupang, dirinya akan mengikuti verifikasi parpol oleh KPU Kota Kupang sehingga dirinya tidak bisa menghadiri rapat tersebut.

Ketika disinggung alasan para anggota Komisi menginginkan dirinya diganti karena koordinasinya sebagai Ketua Komisi terkait tugas Komisi tidak berjalan dengan baik, Herry mengaku bahwa alasan seperti itu merupakan alasan yang dibuat-buat untuk menggantikan dirinya.

“Jadi silahkan saja kalau mereka mau ambil jabatan Ketua Komisi. Saya pikir ini bagian dari rencana untuk menjatuhkan saya. Tapi sudahlah, asalkan semua berjalan sesuai mekanisme saya siap untuk diganti. Tidak ada masalah bagi saya,” kata Herry.