Antisipasi Wabah Penyakit, Wakil Walikota Himbau Masyarakat Jaga Pola Hidup Sehat

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Mengantisipasi bahaya wabah penyakit pada musim hujan, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man menghimbau kepada masyarakat Kota Kupang dapat menjaga pola hidup sehat untuk menghindari penyebaran berbagai penyakit diantaranya diare dan DBD yang disebabkan oleh faktor virus dan cuaca.

“Seperti yang terjadi sekarang banyak kasus diare dan DBD di Kota Kupang, seperti yang dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang memang penyakit ini disebabkan karena virus dan cuaca,”kata Hermanus Man kepada wartawan Jumat (26/1/2018).

Herman mengatakan, salah satu faktor juga karena air, dan untuk menanggulanginya, tidak bisa dilakukan dengan menyerang virusnya, jadi diminta agar terus memantau dimana terjadi ledakan-ledakan kasus, kedua berkoordinasi dengan pusat-pusat penanggulangan kasus.

“Saya sudah himbau kepada Kepala Dinas agar terus memantau dimana terjadi ledakan kasus, dan berkoordinasi dengan petugas dan pusat penanggulangan kasus, agar dapat segera mengambil tindakan pencegahan dan menangani kasus yang terjadi,”ujarnya.

Dikatakan, masalah diare dan DBD tidak bisa hanya dicegah dengan abate dan fogging fokus saja, karena virus, cuaca dan faktor air. sebab penyakit DBD dan diare obatnya sama dan berhubungan dengan cairan tubuh jadi jika cairannya sudah kembali normal maka dengan sendirinya ia akan kembali normal.

Baca juga : Bentuk Tim Seleksi Calon Direktur BUMD, Pemkot Libatkan Tiga Universitas

Ia mengimbau agar kegiatan Jumat bersih dapat dilakukan disetiap wilayah, para Lurah harus ikut memastikan jalannya Jumat bersih di masing-masing wilayah, hal ini untuk mencegah berbagai penyebaran penyakit.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dr.Ari Wijana dalam surat himbauannya mengatakan, agar masyarakat selalu memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan, dengan melakukan 3M Plus yaitu menutup tempat penampungan air, menguras bak penampung air, mengubur barang bekas, dan menggunakan abate di bak mandi.

“Kami selalu himbau masyarakat agar selalu menjaga dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kebersihan makanan, dan kenali gejala-gejala Penyakit agar segera lakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat,”ujar Ari.

Ia mengaku, diawal tahun 2018 ini sudah terjadi beberapa kasus DBD dan diare, dan petugas kesehatan bekerjasama dengan pihak kelurahan setempat telah melakukan fogging fokus di beberapa titik, juga membagikan abate secara langsung kepada masyarakat.

“Beberapa waktu lalu terjadi satu kasus pasien DBD yang meninggal di wilayah Kelurahan Maulafa, dan pihak kesehatan telah melakukan penyelidikan epidemilogi dan fogging fokus serta membagikan abate langsung ke rumah-rumah warga, sangat diharapkan agar warga selalu jaga kebersihan termasuk makanan, biasakan untuk mencuci bahan makanan sebelum diolah, dan memperhatikan pengelolaan air minum pastikan agat air yang dikonsumsi benar-benar higienis dan bersih, ” Ujar Ary.