Koordinator FPPS Sumba Barat Diserahterimakan ke Pemkab Sumba Timur

Bagikan Artikel ini

Laporan Mohammad Habibudin
Waikabubak, NTTOnlinenow.com – Koordinator Forum Peduli Pendidikan Sumba (FPPS) pemerintah Kabupaten Sumba Barat kini diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Sumba Timur sejak 2017-2019 yang telah diserah terimakan di Aula Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat pada Selasa 23 Januari 2018 kemarin.

Kegiatan tersebut di hadiri Wakil Gubernur NTT yang diwakili oleh Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTT, Drs. Samuel D Pakereng, Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole, Wakil Bupati Sumba Tengah, Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali dan perwakilan Inovasi Jakarta bersama Kepala Dinas Pendidikan dan anggota forum.

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole ketika memberi sambutan Selasa (23/1/2018) mengatakan, dalam perjalanan FPPS di Sumba Barat telah mendengar semua keluhan masyarakat melalui pemimpinnya dan kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan kepada perwakilan Inovasi Jakarta yang sempat hadir, perwakilan Inovasi di Sumba serta Wakil Bupati Sumba Barat selaku Koordinator forum selam dua tahun berupaya sedemikian rupa namun masih banyak yang belum diselesaikan.

“Dua tahun ini rasanya cepat sekali mungkin kita harus memikirkan kedepannya kalau bisa masa kerja sekretariat bisa 2.5 tahun maka dari sekarang kita bisa meyakinkan bagi para Bupati yang sekarang, selaku koordinator terus berjuang karna masih banyak hal yang perlu dibicarakan dan dipikirkan,”kata Dapawole.

Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lily Pekuwali, ST,MT mengatakan, yang menjadi ini adalah dalam rangkan kita menjawab permasalahan pendidikan terutama di tingkat pendidikan dasar yang sama kita alami untuk mendapatkan solusi terbaik karna persoalannya hampir sama kita di Sumba

“Ada kajian-kajian yang kita lakukan dan solusi itu kita sampaikan ke tingkat pusat,”jelas Umbu Lily.

Kepala Biro Humas NTT, Samuel D Pakereng menyampaikan apresiasinya kepada NGO Inovasi dan jajaran Pemda se-daratan Sumba atas segala usaha dan dedikasinya dalam membantu pemda se-daratan Sumba untuk memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan.

“Kami mengajak seluruh jajaran pemda se-daratan Sumba bersama direktur Inovasi dan jajaran terus mendukung saling bebagi informasi khususnya didunia pendidikan agar pembangunan SDM di daratan Sumba semakin hari semakin baik,”tandasnya.

Sementara perwakilan Inovasi Jakarta menambahkan, salah satu permasalahan yang terjadi di Sumba yakni kekurangan tenaga guru untuk mengatasinya akan ditarik guru-guru swasta dari sekolah negeri.

“Kita sudah sampaikan terkait dengan kekurangan tenaga guru dan pendidik di sekolah-sekolah dan dalam forum itu juga langsung diklarifikasi oleh Dirjen pendidikan yang akan di data pokok pendidikan (Dapodik),”ungkapnya.

Ia menambahkan, didaerah ada kekurangan namun jumlah guru cukup jika dinilai satuan jumlah siswa, standar pemerintah pusat dibanding dengan guru-guru yang ada di Sumba ditetapkan pemerintah pusat tentu tidak cukup maka kita terus menyuarakan untuk mendapat kebijakan pemerintah pusat bagi empat kabupaten se-daratan Sumba,”katanya.