Terkait Dana Desa, Warga Adukan Kades Alas Utara ke Kejari Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Selain Kepala Desa Baudaok yang diadukan warga beberapa waktu lalu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu, warga Desa Alas Utara juga mengadukan Kepala Desa Martina Seuk ke Kejari Belu terkait kasus Dana Desa.

Pantauan NTTOnlinenow.com, Selasa (23/1/2018) sejumlah warga desa asal Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL menyerahkan laporan terkait dugaan penyelahgunaan Dana tahun anggaran 2015, 2016 dan tahun 2017 oleh Kades.

Berkas laporan tersebut diserahkan langsung dua perwakilan warga Tadeus Bau dan Paulus Bere yang diberikan langsung kepada Kasi Intel Kekari Belu Charles Hutabarat di ruang kerjanya.

Dalam laporan perwakilan itu, warga Desa Alas Utara meminta kepada pihak penegak hukum agar menindak Kepala Desa yang diduga telah menggelapkan dan menggunakan uang Dana Desa untuk memperkaya diri.

Dihadapan Kasi Intel, warga merincikan tahun 2015, Kades melalui program pengadaan sapi dengan nulai 181 juta untuk 33 penerima manfaat. Akan tetapi faktanya Kades hanya membagikan uang 2 juta. Selain itu, dana untuk pembuatan kandang dengan nilai 18 juta dan pembelian obat-obatan yang nilainya 6 juta.

Namun, tidak diketahui secara jelas peruntukannya untuk apa, karena hingga hari ini tidak ada pembangunan kandang sapi serta bantuan obat-obatan juga tidak dibeli karena memang sapinya tidak ada.

Baca juga : MOU Jaksa dan Polisi Untuk Awasi Penggunaan Dana Desa

Tidak hanya itu, dana angaran desa tahun 2016 digunakan untuk pembangunan Kapela di Desa Ailala dengan nilai sebesar 57 juta. Dimana pada item dana okvol diduga telah digelapkan.

Selain itu anggaran tahun 2017, diduga telah menyalahgunakan Dana Desa dalam program rehap rumah 25 unit dengan total nilai 400 juta. Dimana dalam pelaksaan program rehap 25 unit rumah, belanja bahan bangunan jumlahnya tidak sesuai dengan RAB dimana dalam RAB, satu unit rumah dananya 50 juta, tapi faktanya Kades hanya membelanjakan satu hingga delapan juta untuk satu unit rumah.

Paulus Bere usai penyerahan laporan berkas kepada awak media mengatakan, dari total dana rehap 25 unit rumah dihitung kerugian negara mencapai 340-an juta. Selain dana rehap rumah, Dana Desa untuk program pengadaan lima unit WC dengan jumlah 74 juta diduga dimark-up oleh sang Kades.

Sementara itu lanjut Paulus, dana 14 juta untuk satu unit WC seharusnya sudah menghasilkan WC yang sangat parmananen. Namun setelah dihitung untuk ukuran satu unit wc yang standar, dananya empat sampai lima juta. “Jadi kalau satu unit wc menghabiskan 14 juta maka harusnya wc sudah parmanent sekali,” ujar dia.

Sebelumnya jelas Paulus, terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa sudah beberapa kali warga melaporkan ke Inspektorat Malaka. Namun hingga hari ini pengaduan warga belum direspon oleh pihak Inspektorat Malaka.

“Karena itu, kami melaporkan ke Kejari Belu. Warga mengharapkan laporan yang diserahkan warga ini dapat ditindaklanjut oleh pihak Kejaksaan,” pinta dia.

Bersamaan Kasie Intel Kejari Belu, Charles Hutabarat mengatakan bahwa laporan warga Alas Selatan akan segera ditindaklanjuti dan diserahkan kepada Pimpinan Jaksa.

“Laporan warga sudah diterima dan akan diserahkan ke Pimpinan,” pungkas Hutabarat.