Buser Polres Belu Bekuk Pelaku Pembunuhan Megi di Perbatasan Haekesak-Tiles

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kurang dari 24 jam, satuan Buruh Sergap (Buser) Polres Belu berhasil mengamankan tersangka kasus penikaman terhadap korban Megirius Nesi Manek (26) hingga meninggal dunia.

Tersangka berinisial MVD (17) ditangkap tim Buser Polres Belu di Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Timor Leste pada Selasa (23/1/2018) pagi disalah satu rumah rekannya.

Usai melakukan penikaman terhadap korban, pelaku MVD warga Weaituan, Kelurahan Manuaman, Atambua Barat langsung melarikan diri menuju ke pasar baru menggunakan motor ojek. Setelah itu tersangka bertemu dengan seorang tukang ojek NB langsung mengantarkannya ke Lahurus.

Selanjutnya tersangka menumpang sebuah mobil Kijang Pick Up warna putih. Pukul 20.00 wita, tiba di Dusun Sikutren, Desa Tohe, Kecamatan Raihat tersangka turun dari mobil tersebut dan berjalan kaki menuju ke kantor Desa Tohe tepatnya di rumah milik salah satu rekannya.

Baca juga : Pemuda Tulamalae Tewas Ditikam Orang Bertopeng di Depan Rujab Bupati Belu

Tersangka diringkus pagi tadi pukul 06.00 Wita saat keluar rumah untuk mandi oleh Tim Buser yang dipimpin langsung oleh Kanit Buser Filomeno dibantu 1 orang anggota Polsek Raihat dan Ketua Ranting IKS setempat. Saat ini tersangka pelaku MVD telah diamankan di Polres Belu guna proses lebih lanjut.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pemuda asal Tulamalae ditikam sekelompok orang tak dikenal di depan Rumah Jabatan Bupati Belu, jalan Gajah Mada, Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Senin sore (21/1/2018) pukul 16.50 Wita.

Akibat insiden itu korban yang diketahui bernama Megirius Nesi Manek (26) mengalami luka tusuk benda tajam pada bagian perut. Oleh warga korban langsung dibawa warga ke rumah sakit umum daerah Mgr. Gabriel Manek Atambua untuk mendapat pertolongan.

Korban mengalami luka sobek benda tajam cukup dalam pada bagian perut sebelah kanan sehingga usus korban putus. Akibatnya korban banyak kehilangan darah, tidak bisa tertolong nyawanya sehingga meninggal dunia.