Pemuda Desa Niukbaun Gotong Royong Bersihkan Jalan Ikan Foti

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemuda Desa Niukbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Minggu (21/1/2018) gotong royong membersihkan ruas jalur Jalan Ikan Foti dari tumbuhan, semak dan ranting pohon yang menjuntai menutupi sisi jalan.

Pantauan NTTOnline, meski kuyup dibasahi hujan yang turun dengan intensitas sedang siang itu, namun tak mengendurkan niat dan semangat puluhan pemuda desa itu untuk melakukan pembersihan.

Berbekal parang, baik yang berukuran sedang maupun panjang, sebagian pemuda dengan gesit menebas, memangkas rumput dan juga semak di sisi kiri dan kanan jalan. Sementara yang lainnya, memungut dan mengumpulkan nya.

Sebagian lagi, memangkas atau memotong dahan dan ranting pohon yang menjuntai rendah ke jalan. Pemandangan ini terlihat di sepanjang ruas Jalan Ikan Foti.

Koordinator pemuda Desa Niukbaun yang melakukan pembersihan, Mesakh Rassi mengatakan, bersama rekan-rekannya sudah dua hari melakukan pembersihan di ruas jalan tersebut, sejak Sabtu 20- 21 Januari 2018.

Baca juga : Longsor, Jalan Ikan Foti Kabupaten Kupang Nyaris Putus

“Kami sudah bersihkan dari kemarin, tapi masih tersisa, sehingga hari ini kami lanjut lagi untuk menyelesaikannya,” katanya.

Menurut Mesakh, dia dan rekan-rekannya merupakan pemuda Karang Taruna Desa Niukbaun, yang peduli terhadap keselamatan pengguna jalan yang sering melewati jalur tersebut.

Pasalnya pada musim hujan ini, pepohonan tumbuh dengan rindang sehingga banyak ranting pohon yang menutupi badan jalan. Tentunya, ini sangat membahayakan bagi pengguna jalan.

“Selain itu, rumput dan semak juga tumbuh subur di tepi jalan. Dan karena rimbunnya pepohonan membuat jalanan di sini jadi gelap, sementara jalanan banyak berlubang, bahkan banyak juga titik longsor di jalur ini,” jelasnya.

Para pemuda desa ini berharap, pemerintah daerah turut peduli memperhatikan kondisi jalan tersebut, untuk memperbaiki kerusakan jalan di lokasi itu yang kian memprihatinkan, akibat longsor yang terus terjadi dan nyaris memutuskan satu-satunya akses jalan yang digunakan warga dari dan ke Kota Kupang itu.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan jalan ini akan putus, apalagi terus diguyur hujan seperti saat ini,” ujar Mesakh.