32 Karyawan PDAM Belu Siap Dipecat, Asal Sembilan Poin Mosi Tak Percaya Diklarifikasi

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 32 karyawan PDAM Belu siap menerima apabila dipecat dari pekerjaan, asalkan sembilan poin mosi tidak percaya kepada Direktur PDAM Belu Yunius Koi Asa diklarifikasi semua.

Hal itu diungkapkan perwakilan karyawan PDAM yang tak mau disebut namanya ketika dikonfirmasi media terkait pernyataan Bupati Belu yang memberikan dua opsi mengikuti menagemen atau dipecat terkait mosi tak percaya usai pertemuan dengan Badan Pengawas PDAM, Kamis (18/1/2018) kemarin.

Pertemuan hari ini mengklarifikasi pemberitaan ke Bupati maupun Dewan terkait mosi tidak percaya kepada Direktur. Ada berita yang membias bahwa kami tak pernah menempuh jalan kekeluargaan, padahal hal itu sudah kami laksanakan, tapi pihak sebelah menginginkan kami kumpulkan data yang ada untuk dilampirkan ke Pak Bupati.

“Dalam rapat tadi Badan Pengawas minta kalau bisa berdamai. Boleh saja yang penting 9 poin di dalam mosi tak percaya bisa terklarifikasi semua,” ucap karyawan.

Selain itu kami juga minta Pak Direktur meninjau kembali pernyataannya di media bahwa perekrutan karyawan baru ini karena karyawan-karyawan tua disini tidak mau bekerja. Tapi kami tua-tua ini yang bekerja sejak tahun lalu tidak ada anak muda yang bekerja. “Sampai sekarang kami masih bertahan, dan dari tahun 2016 kami tua-tua ini yang bekerja dan jalan seperti biasa,” ujar karyawan.

Dikatakan, jalan terbaik kami sudah keluarkan mosi tidak percaya sudah basah terlanjur mandi dan kami tunggu dari pak Direktur seperti apa. Soal faktor keuangan dari pengawas mereka tidak akan masuk nanti lembaga independen yang akan masuk dan kami tunggu hasilnya.

Baca juga : Ini Alasan Direktur PDAM Belu Rekrut Karyawan Baru

“Soal tuntutan mundur kami siap, pada prinsipnya 9 poin ini, jika beliau dengan rendah hati mau mengakui bahwa pernah salah mungkin itu bisa jadi jalan yang baik, tapi kalau kita tetap pada prinsip masing-masing kita lihat hasilnya nanti,” tambah karyawan.

Terkait pernyataan Bupati ada kepentingan politik dalam mosi tidak percaya, jelas karyawan aksi mereka sama sekali tidak ada yang menunggangi tapi murni dari 32 karyawan. Kami berharap dengan klarifikasi ini Pak Bupati bisa melihat kinerja karyawan, paling tidak itu bisa jadi bahan pertimbangan bahwa ternyata karyawan tidak sejelek seperti yang diberitakan.

“Kalau tentang dipecat, kami semua siap, asal 9 poin itu betul bahwa kesalahan kami dan kalau memang kenyataan seperti ini kami harus dipecat itu menjadi pernyataan. Kami tidak ditunggangi politik atau beking tapi kami punya 9 poin,” pungkas karyawan.

Kepala Badan Pengawas PDAM, Servasius Boko mengatakan, persoalan ini jadi karena adanya diskomunikasi. Sebenarnya persoalan ini bisa diselesaikan, tapi karena komunikasi tertutup. Dari hasil pertemuan para karyawan PDAM minta saling memaafkan satu sama lain, maka persoalan akam selesai, karena ada ketersinggungan soal sedikit sikap, arogan dari Direktur.

“Inti teman-teman staf minta ada satu keterbukaan. Hasil pertemuan ini juga perekrutan 14 karyawan baru akan kita buatkan telaan dan serahkan ke Bupati,” ujar dia.

“Kami Dewan Pengawas tidak tahu soal ada kepentingan unsur politik, karena itu perusahaan akan hancur. Kami hanya melihat soal managemen PDAM, intinya kami hanya mau selamatkan managemen PDAM Belu,” tambah Boko.