Pembunuhan Yosua di Waingapu Akhirnya Terungkap

Bagikan Artikel ini

Laporan Muhammad Habibudin
Waingapu, NTTOnlinenow.com – Pembunuhan terhadap korban Yosua Peli Ngunjurawa (42) yang terjadi Rabu (17/1/2018) dini hari kemarin akhirnya terungkap melalui kerja keras tim gubungan Kepolisian Resort (Polres) Sumba Timur berhasil mengamankan delapan pelaku pembunuhan dengan waktu sembilan jam.

Para pelaku yang berhasil diamankan berinisial, APU, AUH, MRS, JD, AM, MR, S dan MH masing-masing adalah warga kampung bugis, keluharan Kamalaputi, Kecamatan kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur serta mengamankan sejumlah barang bukti berupa papan dan balok kayu perahu yang digunakan untuk menganiaya korban.

Kapolres Sumba Timur AKBP Victor MT Silalahi ketika menggelar konferensi pers Kamis (18/1/2018) kepada wartawan menjelaskan, kejadian yang menimpa korban terjadi pada Rabu (17/1/2018) sekitar pukul 02.45 wita, pasalnya korban diteriaki maling di pinggir pantai kampung bugis saat itu korban mencebur diri ke dalam laut karna di kejar.

Menurut Victor, korban dikejar oleh pelaku AUH, AM, MR dan S sedangkan pelaku APU, MRS, JD dan MH serta beberapa saksi mengejar dan korban dengan menggunakan perahu milik JD ketika mendapat korban pelaku langsung menganiaya korban namun korban masih diselamatkan di bawa ke rumah ketua RT.

Baca juga : Polisi Ciduk Sejumlah Pemuda Diduga Aniaya Yosua Hingga Tewas

“Jadi waktu itu korban masih sempat di bawa kerumah seorang warga dan langsung di laporkan ke pihak Polres saat itu juga tim gabungan Polres Sumba Timur menuju ke TKP dan membawa korban ke RS Imanuel terdekat namun korban sudah tak bernyawa dalam perjalanan,”ungkapnya.

Ia menambhakan, pada pagi hari pukul 10.00 wita tim gabungan dan Bhabinkamtibmas langsung bergerak ke lokasi untuk menangkap para pelaku dengan menjemput pelaku dari rumah ke rumah mereka.

“Saat itu anggota kami langsung menjemput para pelaku pembunuhan di rumah mereka untuk dilakukan proses penyidikan dan pengembangan oleh penyidik Satreskrim Polres Sumba Timur,”pungkasnya.