Yonif 743/PSY Gantikan Yonif Raider 712/WT Jaga Perbatasan Belu-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Batalyon Infanteri 743/Pradnya Samapta Yudha (PSY) Kupang gantikan Yonif Raider 712/Wiratama Manado sebagai Satuan Penugasan Pangamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL di wilayah Sektor Timur Kabupaten Belu.

Sebanyak 350 prajurit satuan Yonif 743/PSY akan menjaga kedaulatan NKRI di wilayah perbatasan antara Kabupaten Belu, Timor Barat dengan Negara Timor Leste selama sembilan (9) bulan ke depan terhitung pertengahan bulan Januari 2018.

Kaitan dengan penugasan perbatasan itu, sebanyak 350 prajurit melaksanakan upacara tradisi pelepasan Satgas Pamtas RI-RDTL yang dipimpin Kepala Staf Brigade Infanteri 21/ Komodo Letkol Inf Andriyanto di lapangan Kompi Senapan B Yonif 743/PSY, Minggu (14/1).

Kepala Staf Brigade Infanteri 21/ Komodo Letkol Inf Andriyanto dalam amanatnya menyampaikan bahwa, penugasan ini bukanlah untuk pertama kalinya Yonif 743/PSY mendapat kepercayaan untuk menjaga Perbatasan RI-RDTL.

“Karena itu prajurit Yonif 743/PSY harus senantiasa menjunjung tinggi sikap disiplin, loyalitas serta profesionalisme keprajuritan dalam melaksanakan tugas,” ujar dia.

Baca juga : Yonif 743/PSY Bertugas Jaga Perbatasan RI-RDTL

Kesempatan itu para prajurit melakukan tradisi penciuman Bendera Perang Yonif 743/PSY. Diawali penciuman Bendera Perang oleh Komandan Batalyon Infanteri 743/PSY Selaku Dansatgas Pamtas RI-RDTL serta seluruh personil Satgasnyang berlangsung khidmat.

Penciuman Bendera Perang itu merupakan wujud kebanggaan terhadap satuan serta kesiapan lahir dan batin bagi seluruh prajurit yang mendapat kepercayaan untuk melaksanakan tugas negara.

Sementara itu Komandan Batalyon Infanteri 743/PSY Mayor Inf Putu Tangkas Wiratawan menyampaikan pesan kepada seluruh prajurit agar senantiasa melestarikan tradisi satuan dalam tugas pengamanan perbatasan, agar tercipta kebanggaan sehingga mendorong setiap prajurit untuk berbuat yang terbaik.

“Kepada setiap prajurit agar tidak mengedepankan sifat egois selama bertugas di perbatasan baik terhadap rekan sendiri maupun dengan instansi lainnya yang berkompeten di wilayah perbatasan,” ingat dia.

Diharapkan setiap prajurit harus mampu mengatasi segala bentuk kesulitan dengan cara kerja bersama dan bersama-sama bekerja sesuai dengan motto dari Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 743/PSY yaitu “siap kerja bersama karena kita bersaudara”.