PIAR NTT: Mutasi Kasatreskrim TTS Diduga Ada Kaitan Dengan Penanganan Kasus Trafficking

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kasat Reskrim Polres Timor Tengah Selatan, Iptu Yohanes Suhardi dimutasi setelah tiga hari kemudian berhasil menangkap Ellyasa Andi Killa, pelaku perdagangan orang di kabupaten TTS.

Hal ini spontan menjadi perhatian serius sejumlah pemuda yang tergabung dalam Pemuda TTS. Pemuda TTS menilai mutasi yang dilakukan atasan di saat keberhasilan Kasat Yohanes mencuat di berbagai media, merupakan upaya untuk menghambat proses hukum yang selama ini tidak berjalan. Salah satu pemuda perwakilan Pemuda TTS, Yuptan Banunaek meminta perhatian serius pihak Polda NTT dalam kaitan dengan mutasi yang berlaku.

“Kami menuntut petinggi Polri agar TR yang sudah dikeluarkan ditarik kembali dan Kasat Yohanes kembali menjalankan tugasnya untuk mengusut tuntas kasus perdagangan orang di kabupaten TTS”, tuntut Yuptan Banunaek yang tergabung dalam Pemuda TTS saat melakukan aksi protes pada Rabu (11/01) ke Polres TTS.

Diberitakan sebelumnya, Tim TPPO Polres TTS dipimpin langsung Kasat Reskrim Iptu Yohanes Suhardi beranggotakan Brigpol Rudy Soik dan Briptu Jacky Ishak berhasil menangkap Ellyasa Andi Killa, di perairan Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang pada Sabtu siang (6/1/2018). Dalam aksi penangkapan di perairan Oesapa, sang target Andi Killa berusaha melarikan diri dengan cara melompat ke dalam laut namun berhasil ditangkap anggota tim yang sudah duluan berenang masuk ke dalam laut dan menunggu di samping kiri kanan perahu.

Andi Killa terlibat dalam aksi perekrutan dan pengiriman Yuliana Kana ke Malaysia pada tahun 2013 lalu. Andi Killa pernah bekerja bersama seorang tersangka lainnya, Apeles Mooy pada tahun 2013. Keduanya terlibat langsung dalam kasus kematian TKI (Alm) Yuliana Kana dan Korban Ance Juliana Punuf dan tercatat dalam DPO trafficking, namun kasus keduanya yang ditangani penyidik Polda NTT mandek bahkan tidak ada kejelasan.

TKI atas nama Yuliana yang direkrut Andi Killa meninggal pada tahun 2015 dan jasadnya dipulangkan di kampung halamannya di desa Oof, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten TTS dan dimakamkan.

Lantaran mandeknya proses hukum kasus Andi Killa sebelumnya, Direktris PIAR NTT Sarah Lery Mboeik juga pernah melaporkan Andi yang juga terlibat dalam Kasus Deportase 2013. Hasilnya, Andi Killa akhirnya di tahan bersama beberapa Kepala cabang Yang terlibat dalam beberapa kasus trafficking. Sayangnya dalam perjalanan waktu Andi Killa Cs di tangguhkan tanpa diketahui dasar penangguhannya, apakah kasusnya di SP3, apakah ada penangguhan jaminan uang atau orang.

Penangguhan penahanan yang bukan berarti kasusnya selesai semakin tidak ada kejelasannya setelah tersiar isu hilangnya berkas pemeriksaann Andi Killa. Sehingga proses hukumnya terhenti dan tidak ada kepastian hukum bagi para pelaku perdagangan orang dan mereka kembali melakukan perekrutan hingga memberangkatkan lebih dari 1000 lebih TKI Ilegal.

Andi Killa juga adalah Orang yang pernah terlibat dalam rapat – rapat Khusus untuk melakukan demontrasi terhadap para Penyidik Satgas Trafficking NTT agar Satgas Trafficking dibubarkan. Lebih dari itu Andi Killa dan Apeles Mooy adalah jaringan PT. Malindo Mitra Perkasa. Hingga kini keduanya masih ditahan di Polres TTS guna mengikuti proses hukum selanjutnya.

Sarah Lery, “Kasat Berprestasi dimutasi, Upaya Menjaga Kenyamanan Mafioso Pelaku Trafficking”

Kaitan dengan dimutasinya Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Yohanes Suhardi, Direktris Piar NTT Sarah Lery Mboeik menilai Kinerja Polri di NTT bahwa mutasi lebih sering dikaitkan dengan penanganan masalah. “Kalau ada publik yang berpendapat Polri lazimnya merespon bahwa mutasi itu biasa dalam rangka promosi jabatan, tidak masalah jika itu benar.

Tapi pengalaman kami dalam memantau kinerja Polri di NTT, mutasi lebih sering dikaitkan dengan penanganan masalah dan lebih sering lagi karena ikut mengganggu kenyamanan mafiaoso apalagi kaitannya dengan perdagangan orang. Dan kasus ini otoritasnya masih pada Direskrim periode 2010-2014. Yah…semoga saja asumsi saya keliru”, tandas Lery yang dikonfirmasi melalui seluler Jumat (12/01/2018).