Daud Djirah: Keberadaan Honorer Masih Dibutuhkan

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Terkait rencana pemerintah Kota Kupang melakukan rasionalisasi honorer di lingkup Pemerintah Kota Kupang, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Litbang, Daud Djirah mengaku, keberadaan honorer masih dibutuhkan untuk menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

“Sejak ada moratorium penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASS) dalam kurun empat tahun terakhir, Jumlah ASN terus dilingkup pemkot Kupang terus mengalami penurunan. Hal ini disebabkan banyak ASN yang pensiun,” Kata Djirah kepada wartawan di Balai Kota Kupang, Selasa (09/01/2018).

Ia mengaku, jumlah ASN terus mengalami penurunan. Sebelum moratorium diberlakukan, jumlah ASN di lingkup pemkot Kupang sebanyak 7 ribu orang. Namun hingga awal tahun 2018 jumlah ASN tersisa 5 ribu orang.

Baca juga : Pemkot Kupang Akan Rasionalisasi PTT

Menurutnya, dengan berkurangnya jumlah ASN sebanyak seribu lebih, maka tentunya banyak beban tugas yang harus ditanggung, sehingga keberadaan honorer yang berjumlah sebanyak 1600 lebih orang, sangat dibutuhkan untuk membantu jalannya roda pemerintahan di Kota Kupang.

Ketika disinggung apakah jumlah honorer yang ada sangat membebani pemerintah, Djirah mengaku bahwa keberadaan honorer tidak memebebabni keuangan daerah, sebab keberadaan tenaga honorer berdasarkan analisis kebutuhan dari dinas, badan, dan bagian di lingkup pemerintahan, dan menyangkut honor untuk mereka sudah disiapkan dan dibahas bersama DPRD, sehingga dirinya merasa keberadaan honorer masih wajar.

Ia mengaku, dari jumlah honorer yang ada, terbanyak mengabdi pada dinas kebersihan, bagian umum. Selain itu ada juga guru honorer dan tenaga PTT di Puskesmas, dan RSUD. S.K. Lerik.