MOU Jaksa dan Polisi Untuk Awasi Penggunaan Dana Desa

Bagikan Artikel ini

Laporan Muhammad Habibudin
Waingapu, NTTOnlinenow.com – Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora (GBY) ketika membuka acara Bursa Inovasi Desa di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi Waingapu Sabtu (30/12) mengatakan, Memorandum Of Understanding (MOU) antara pemerintah dengan Kejaksaan dan Kepolisian untuk mengawal dana desa bukan ditakut-takuti.

“Jadi kerjasama atau MOU pemerintah dengan aparat penegak hukum yakni Jaksa dan Polisi bukan menakut-nakuti penyaluran dana oleh kepala desa tapi kita harus jaga dan kawal dana desa agar penyalurannya benar-benar menyentuh masyarakat desa dan pembangunan desanya,”kata Gidion.

Baca juga : Kadis DPMD: Program Inovasi Desa Resmi Diluncurkan di Sumba Timur

Menurut dia, pihaknya berharap di tahun 2018 mendatang penyaluran dana di tingkat pedesaan lebih ditingkatkan dengan program inovasi desa maka kita harus mendorong dan mengoptimalkan pembangunan desa melalui dana desa.

“Saya harap kepala desa dan aparatnya selalu berhati-hari dalam pengelolaan dana desa agar tidak menjadi penghuni rumah tahanan (Rutan) di kampung bugis karna pemerintah sudah MOU dengan Jaksa dan Polisi, jika tidak jelas atau ragu pengelolaanya, tanya orang DPMD atau Jaksa dan Polisi,”jelas Gidion di hadapan 140 kepala desa.

Lanjut Gidion, MOU penyaluran dana desa bersama aparat penegak hukum sangat apresiasi agar tidak terjadi penyimpangan penyaluran dana desa, bahkan telah adanya sosialisasi penggunaannya dari pihak Kejaksaan Negeri Waingapu.

“Saya pikir ini bukan ditakut-takuti, kalau pengelolaannya bagus tentu tidak menjadi masalah, jika pengeloaanya menyimpang jelas hukum berbicara,”tandasnya.