Kibar Indonesia Gandeng LPK Feto Mone, Berantas Buta Aksara dan pengangguran di NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin.
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kibar Indonesia organisasi kemasyarakatan dengan visi kekaryaan dan kerakyatan merupakan embrio dari perjuangan Presiden Joko Widodo dalam menata jakarta Baru dan dilanjutkan membangun Indonesia hebat dengan slogan ayo kerja, kerja dan kerja.

Dalam mewujudkan visi tersebut, sejak tanggal 11 – 19 Desember 2017 Kibar Indonesia dan LPK Feti Mone, melaksanakan pelatihan bagi 100 warga kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Pelatihan ketrampilan menjahit, pertanian dan peternakan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Ini tahap awal sekaligus kami launching kerjasama antara Kibar Indonesia dengan LPK daerah, dalam rangka mengimplementasikan program pemerintah di sektor pendidikan dan kewirausahaan, tentunya dalam konteks penurunan angka pengangguran dan perang melawan buta aksara”, papar Ketua Umum Kibar Indonesia Ir, H. M Nurcahyo Riswanto dalam kegiatan lounching Program Indonesia Pintar (PIP) bersama LPK Feto Mone di kantor Yayasan Amanaut Bife Kuan (Yabiku) pada Senin (18/12/2017).

Menurut Ketum Kibar Indonesia, Nurcahyono peran masyarakat sangat penting untuk membantu kerja pemerintah. “Peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam membantu kerja pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat atau Ormas sebaiknya mengambil peran seperti ini. memang tidaklah gampang karena dibutuhkan ketulusan dalam bekerja, karena data keluarga prasejahtera yang dimiliki tidak akurat. Tim kami dan LPK Feto Mone melakukan verifikasi berkali – kali sehingga data yang masuk ke Kementerian benar- benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai Juknis dari kemendikbud”, lanjut tokoh motivator yang dikenal dekat dengan Jokowi sejak Pilgub DKI 2012 ketika Jokowi running dalam pemilihan gubernur DKI saat itu.

Sementara itu, Maria Filiana Tahu, S. Sos, M. Hum selaku Ketua Dewan Pengurus Yabiku, menjelaskan bahwa PIP ditujukan untuk Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (ATS). “Program ini ditujukan untuk Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (ATS). Ini bentuk keberpihakan Pemerintah terhadap anak – anak yang putus sekolah dari keluarga yang tidak mampu. Dan melalui pendidikan nonformal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru sehingga dapat menekan jumlah pengangguran dan buta aksara di Kabupaten TTU dan Belu”, jelas Filiana.

Filianapun berharap, masyarakat pro aktif untuk minat kewirausahaan itu. “Setelah kami launching kerjasama dengan Kibar Indonesia, harapan kami masyarakat mau pro aktif mendaftarkan diri ke Yabiku untuk minat kewirausahaan sesuai kebutuhan di Kabupaten TTU, Belu, Malaka dan TTS seperti minat peternakan, pertanian, perbengkelan dan bidang lainnya”.

Kegiatan Launching Kerjasama ini menurut Sekjen Kibar Indonensia, Frans Watu terselenggara atas kerjasama Tim PIP Kibar Indonesia bersama LPK Feto Mone. Dan sebagai putra NTT mempunyai suatu kebanggan tersendiri bagi Watu lantaran bisa membangun daerah lewat PIP. “Sebagai putra NTT saya sangat bangga dapat berpartisipasi membangun daerah melalui Program Indonesia Pintar”.

Kegiatan ditutup dengan pembagian sertifikat secara simbolis kepada para peserta dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara Kibar Indoensia dan Yabiku sebagai mitra untuk saling mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat.