Dinkes Butuh Pihak Ketiga Kelola Sampah Medis

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Terkait Persoalan limbah cair dan padat dari buangan puskesmas, Rumah Sakit di Kota Kupang tidak pernah terselesaikan dengan baik sehingga menjadi momok yang mengkhawatirkan, Dinas Kesehatan Kupang, tengah berupaya mencari pihak ketiga untuk mengelola sampah medis tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr.Ary Wijana kepada wartawan di Kupang, Selasa (20/12/2017).

Ari Wijana mengaku belum ada pihak ketiga yang mengelola limbah medis, sehingga untuk pengelolaan limbah medis yang ada baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit di Kota Kupang masih menggunakan teknologi sederhana lewat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada di Rumah Sakit dan Puskesmas. Namun pengelolaan dengan cara seperti itu belum.

Menurutnya, berkaitan pengelolaan limbah medis ini, dirinya sangat setuju jika ada investor yang mau mengelolahnya. Sebab menggunakan teknologi sederhana Ipal, pengelolaannya tidak maksimal karena produksi sampah medis sangat banyak. Apalagi sampah medis tidak bisa dibuang sembarangan karena berdampak pada kelangsungan lingkungan sekitar, serta berdampak hukum pula.

Baca juga : Kadis Kesehatan: Klaim Pengobatan Berbasis e-KTP Capai 6,7 Miliar

Untuk itu, pihaknya tengah berupaya mencari investor yang mau bekerjasama dengan dinkes Kota Kupang dalam pengelolaan sampah medis.

Hal senada dikatakan Direktur Rumah Sakit S.K Lerik Kupang, dalam pengelolaan limba medis pihak rumah sakit masih dalam bentuk IPAL. Karena untuk di Kota Kupang belum ada pihak ketiga yang mau mengelolah sampah medis.

”Dalam Kota Kupang belum ada pihak ketiga yang mau mengelola limbah medis, sebab untuk pengelolaan limbah medis ini harus ada ijin dari Kementerian Kesehatan,” katanya.

Ia menbahkan, limbah medis yang dihasilkan oleh pihak rumah sakit per hari 5 kilogram, sehingga pengelolaannya masih dalam bentuk IPAL.