Begini Tanggapan Djarot Terhadap Mundurnya Ray Fernandez

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Organisasi, Djarot Syaiful Hidayat angkat bicara menanggapi mundurnya Raymundus Sau Fernandez (Ray Fernandez) dari Ketua DPC PDIP Timor Tengah Utara (TTU) sebagai buntut pencalonan cagub dan cawagub Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2018- 2023.

“Saya tahu Fernandez. Sikap dia yang seperti itu menunjukkan rendahnya elan juang,” kata Djarot melalui siaran pers yang diterima media ini di Kupang, Rabu (20/12/2017).

Menurut Djarot, sebelum keputusan pengusungan bakal calon, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menugaskannya untuk bertemu dengan para tokoh di NTT. Sehingga keputusan Megawati Soekarnoputri dan DPP PDIP sudah final.

“Dalam penilaian saya sendiri Marianus Sae, Bupati Ngada memang berprestasi dan memiliki kinerja yg baik. Sementara Emi merupakan kader perempuan senior. Sikapnya sangat baik dan matang serta rendah hati. Saya heran pak Fernandez punya sikap berbeda. Hal itu menunjukkan kuatnya kepentingan diri sendiri. Padahal berpartai itu kepentingan kolektif, bukan orang per orang,” ujarnya.

Baca juga : PDIP Pastikan Tetapkan Balon Gubernur-Wagub NTT 2018 Sebelum Natal

Karena itu, Djarot Syaiful Hidayat meminta seluruh kader untuk tetap solid dan terus berjuang untuk rakyat. “PDI Perjuangan konsisten mendorong kepala daerah yang berprestasi. Apa yang terjadi dengan Raymundus justru menambah soliditas Partai dan memerlihatkan mana kader sejati yang taat pada perintah Ketua Umum Partai, mana yang ambisius dan tidak punya loyalitas,” ujarnya.

Djarot juga menyatakan kesiapannya untuk berkampanye di NTT. “Ketika saya bertemu dengan para tokoh masyarakat, para tokoh agama dan kader partai, saya sudah tegaskan sikap politik PDI Perjuangan yang konsisten dalam membumikan Pancasila, menjaga NKRI dan Kebhinekaan Indonesia. Mereka yang saya temui sangat mengapresiasi sikap politik PDI Perjuangan” paparnya.

Dia menambahkan, dinamika partai politik selalu ada, namun PDI Perjuangan merupakan satu keluarga besar yang selalu bergotong royong dalam bekerja dan bermusyawarah dalam mengambil keputusan.

“Jadi saya imbau seluruh kader untuk tegakkan disiplin partai dan lebih memahami apa yang dimaksud ‘kesabaran revolusioner’,” tandasnya.