Laga Persahabatan Tim SSB Bintang Timur Vs Timnas Indonesia U-16 di Perbatasan Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Anak-anak Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Timur mendapat kesempatan bertanding melawan Tim Nasional Indonesia pelajar Usia 16 di dalam rangka meningkatkan sepak bola persahabatan pelajar.

Festival olahraga pendidikan perbatasan kedua Tim pelajar U-16 berlangsung di lapangan SSB Bintang Timur, Wesasuit, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan Indonesia-Timor Leste, Jumat sore (15/12/2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut, pendiri SSB Bintang Timur Farry Francis, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, Menpora Timor Leste Osorio Florindo, Bupati Belu Willybridus Lay serta unsur Pimpinan Forkopimda Belu.

Menurut Farry, kegiatan hari ini pertandingan persahabatan penalaran Tim SSB Bintang Timur dan Timnas Indonesia U-16 guna meningkatkan persahabatan sepak bola. Oleh karena itu terima kasih untuk seluruh dukungan Pemerintah Timor Leste, Kemenpora dan PSSI. “Kita lakukan kegiatan persahabatan ini dapat dukungan dari Pemerintah dalam rangka membangun persahabatan dengan Timor Leste,” ujar Farry yang juga Ketua Komisi V DPR RI.

Farry juga menyampaikan terimakasih untuk Pemkab Belu, serta jajakan forkopimda atas dukungan membangun olahraga sepak bola dari tanah perbatasan Belu. Diharapkan, tahun depan akan mengundang pemain pelajar dari Australia juga provinsi lainnya yang ada di wilayah Indonesia.

“Dalam rangka tim pelajar U-16, setelah pertandingan ini kita akan lakukan pertandingan-pertandingan persahabatan akan datang dalam meningkatkan persahabatan,” harap Ketua sport intelegen PSSI Pusat itu.

Baca juga : SSB Bintang Timur Atambua Jadi Pilot Project Bagi Daerah Lain

Menpora Timor Leste Osorio Florindo mengatakan, pada prinsipnya Timor Leste komitmen dengan olahraga perbatasan, karena itu menjalin hubungan kita lebih erat. Selain itu juga sering dilakukan pertandingan sepak bola frontiera di perbatasan Belu dan Timor Leste. “Kita akan kembangkan terus event pertandingan fronteira sehingga jadi resmi diakui kedua negara,” ujar dia.

“Kami akan selalu mendukung even ini untuk dikembangkan. Kami yakin suatu saat bisa lakukan di Timor Leste dan libatkan warga di batas guna tingkatkan persahabatan lewat olahraga juga menjaga diplomasi kedua negara,” tambah Ketua Federasi Timor Leste itu.

Sementara Deputi Pemberdayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta mengharapkan SSB Bintang Timur bisa melahirkan atlet sepak bola luar biasa untuk Indonesia. Keberadaan SSB Bintang Timur di perbatasan ini suatu kebangaan bagi kami, karena dalam bidang olahraga tidak saja milik Belu tapi Indonesia.

Kedepan diharapkan, Pak Farry terus dukung pembinaan bola kaki di Indonesia. Olahraga perbatasan perlu dikuatkan karena ini menjadi simbol dasar persahabatan tanpa bedakan ras. “Olahraga menyatukan perbedaan dan ini jadi proyek percontohan bagi negara lain. Tidak mengharapkan kemenangan tapi nilai luhur penting olahraga bangun karakter dan persahabatan,” ucap Isnanta.

Bupati Lay dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan mengatakan, ini satu kehormatan yang luar biasa bagi Kabupaten Belu atas terselenggaranya pertandingan ini. “Kita buat komitmen harus membangun harapan dari tepian negeri, membangunkan sekolah sepak bola di tanah perbatasan untuk ciptakan atlet dari Rai Belu,” ujar Lay.

Untuk diketahui, dalam pertandingan tim pelajar U-16 2×40 menit tim nasional Indonesia unggul 3-0 atas tim SSB Bintang Timur. Sementara itu, Sabtu (16/12) timnas Indonesia U-16 akan menjamu timnas U-16 asal negara Timor Leste.