Warga Desa Watuhadang Demo Tolak Kehadiran PT MSM

Bagikan Artikel ini

Laporan Muhammad Habibudin
Kupang, NTTOnlinenow.com – Sejumlah warga desa Watuhadang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur kembali berdemo menolak kehadiran PT Muria Sumba Manis (MSM) perusahan perkebunan tebu yang melakukan aktivitas di Desa Watuhadang.

Pendemo melakukan orasinya di halaman kantor Bupati Sumba Timur jalan Soeharto, untuk menemui Bupati Sumba Timur dan menuju gedung DPRD Sumba Timur untuk menyatakan sikapnya sekaligus menyerahkan surat penolakan warga terhadap PT MSM.

Dalam orasinya warga Watuhadang menyatakan sikap tegas kepada Pemerintah Kabupaten dan DPRD Sumba Timur agar menghentikan aktifitas perkebunan tebu yang di lakukan PT MSM karna telah meresahkan warga dan merusak lingkungan tanah ulayat.

“Kami minta dan menolak keras kehadiran PT MSM dalam melakukan aktifitasnya di tanah Sumba Timur ini, dan tolong menghormati hak-hak ekonomi, sosial dan budaya orang Sumba agar tidak ada pengrusakan lingkungan yang di rasakan masyarakat,”tandas jubir pendemo desa Watuhadang, Umbu Hendrik, Rabu (13/12) di halaman DPRD Sumba Timur.

Baca juga : Dandim 1601 Minta Danramil dan Babinsa Tingkatkan Kemampuan

Ia mangatakan, kehadiran PT MSM menjadi kegelisahan warga masyarakat setempat karna persoalan paling mendasar ketika lingkungan hidup dan budaya Sumba di hantui dan di hancurkan oleh PT MSM.

Sementara anggota DPRD Sumba Timur Komisi B, Umbu Hapu Hambandima yang ditemui menjelaskan, kehadiran warga masyarakat desa Watuhadang di gedung DPRD kami sangat apresiasi, pihaknya akan menerima keluhan yang disampaikan warga desa Watuhadang terkait kehadiran PT MSM sebagai Investor perkebunan tebu di Sumba Timur.

Menurutnya, keluhan warga akan kami tindak lanjuti serta kita duduk bersama untuk melakukan pembahasan dengan pemerintah Kabupaten agar persoalan ini jelas, jika hak rakyat itu di rugikan maka tentunya pihak perusahan harus menerima.

“Kita tetap menerima masukan dan keluhan warga karna kita adalah wakil rakyat yang harus memperjuangkan nasib rakyat, tentu itu semua kembali ke masyarakat sehingga kita dapat mempertimbangkan dan mencari jalan yang terbaik,”pungkasnya