Melintas Tanpa Dokumen, Imigrasi Atambua Deportasi Empat Warga Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Empat Warga Negara Asing (WNA) asal Timor Leste yang melintasi ke wilayah Belu tanpa dokumen resmi keimigrasian dideportasi Kantor Imigrasi kelas II Atambua, Rabu (13/12/2017).

Informasi yang dihimpun NTTOnlinenow.com, keempat warga Negara Timor Leste itu diantaranya tiga laki-laki, CM (49), JD (30), DT (17) dan seorang perempuan ES (43). Keempatnya melintas ke wilayah Indonesia melalui PLBN Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tastim tanpa memiliki dokumen resmi keimigrasian berupa pasport.

Keempat warga Timor Leste diketahui melintas saat portal (pintu batas) belum terbuka dengan tujuan hendak berbelanja di Pasar tradisional perbatasan yang terletak di seroja Motaain. Usai berbelanja dan akan kembali ke negara Timor Leste keempatnya dicegah petugas Imigrasi dan setelah di periksa tidak memiliki dokumen resmi.

Kepala Imigrasi Kelas II Atambua, Azwar Anas kepada NTTOnlinenow.com membenarkan adanya empat WNA asal Timor Leste yang tidak memiliki dokumen resmi saat melintas ke wilayah Indonesia melalui pintu batas Mota’ain dan tahan petugas Imigrasi yang bertugas di Mota’ain.

Baca juga : Polres Belu Himbau Warga Jaga situasi Kondusif di Hari Natal dan Tahun Baru

“Iya, benar ada empat warga Timor Leste dan kita sudah lakukan deportasi atau pulangkan ke negaranya,” ujar dia.

Dari hasil interogasi petugas jelas Anas, keempat orang WNA tersebut masuk ke wilayah Indonesia tanpa melengkapi dokumen keimigrasian. Hanya memiliki kartu tanda penduduk dan keempatnya tiga laki-laki satunya perempuan.

Dituturkan, mereka sudah biasa masuk selama ini tapi tidak ketahuan. Mereka masuk Selasa kemarin karena bertepatan dengan pasar perbatasan di TMP Seroja lama untuk berbelanja kebutuhan berupa tahu tempe karena di wilayah Timor Leste harganya mahal.

Terkait hal itu, pihak Imigrasi yang bertugas di pos perbatasan perketat pengawasan terhadap pelintas dari negara Timor Leste. Apabila ditemukan warga yang melintas tanpa dokumen resmi akan ditindak, sehingga ads efek jerah bagi warga lainnya.

Diharapkan Pemerintah Timor Leste melalui Imigrasi dapat memfasilitasi warganya dengan Pas Lintas Batas (PLB) khusus bagi warga yang berada di daerah garis perbatasan sehingga warga dapat melintas secara legal.