Panwaslu Ajak Media Kawal Pemilu di Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tahun 2018 mendatang akan berlangsung Pemilihan Umum (Pemilu) khususnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Provinsi NTT dan Pemilu Legislatif tahun 2019.

Mengingat rentan terjadi pelanggaran-pelanggaran pada Pemilu yang lalu dan Pemilu mendatang Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Belu mengajak insan pers yang tergabung dalam Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL untuk ikut bantu mengawas Pemilu.

Ketua Panwaslu Belu, Andreas Parera mengatakan, Panwaslu memiliki tugas yang cukup berat dalam melakukan pengawasan Pemilu mendatang. Oleh karena itu perlu dilakukan sinergi Panwaslu selaku penyelenggara Pemilu dan media.

“Peran media sangat strategis dan vital dalam mengontrol. Kita harapkan media di Belu ikut dalam pengawasan Pemilu mendatang dan menjadi media yang dapat dipercaya, netral dalam menyajikan informasi data serta informasi yang akurat pada publik,” ujar Parera dalam diskusi peran media dalam pengawasan Pemilu bersama insan pers di Kantor Panwaslu Kabupaten Belu, Jumat malam (07/12).

Pada kesempatan itu Parera juga mengingatkan kepada awak media situasi jelang dan puncak Pemilu di perbatasan Belu dengan Negara tetangga Timor Leste sering rawan, karena itu diminta jangan terpengaruh atau dimanfaatkan leh banyak pihak termasuk peserta Pemilu.

Lanjut dia, sinergitas dengan media dapat membantu tugas pengawasan Panwaslu Kabupaten Belu. Bagian partisipasi media dalam mensukseskan Pemilu adalah dengan membantu tugas pengawasan. Karena tanpa bantuan informasi dari media maupun masyarakat umum maka Panwas Belu mustahil dapat melakukan pengawasan di seluruh pelosok Belu dengan baik.

Baca juga : Panwaslu Belu Himbau Warga Hindari Money Politik

“Harapan kita adalah awak Media di Belu dapat menjadi rujukan dengan memberitakan, menginformasikan hal-hal yang berimbang pada publik sehingga tetap dipercaya,” ujar Parera didampingi komisioner Devisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran (HPP), Agustinus Mau dan Divisi Organisasi dan SDM, Melpy M. Marpaun.

Ketua KPU Kabupaten Belu, Martin Bara Lay yang turut hadir dalam diskusi bersama awak media mengatakan, peran media sangat penting. Oleh karena itu dia mengajak insan pers yang berada di Kabupaten Belu untuk bersama-sama berperan mewujudkan Pemilu yang demokratis dan berkualitas.

Sebagai penyelenggara Pemilu jelas Lay, pihaknya tengah mengahadapi tugas berat karena akan menyelenggarakan tahapan-tahapan Pemilihan Gubernur NTT tahun 2018, Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 yang akan datang.

Saat ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi terkait partisipasi bagi masyarakat untuk wajib memiliki E-KTP sebagai syarat untuk menggunakan hak politik atau hak suara pada Pemilu nanti. Pasalnya saat ini masih banyak warga Belu yang belum memiliki E-KTP.

“Kita terus turun sosialisasi melalui devisi sosiaslisasi kami beberapa hari ini turun ke pasar-pasar menggunakan pengeras suara dan bagi-bagi liflet mengajak masyarakat untuk menggunakan hak politik,” ujar dia.

Diharapkan, dengan peran media dapat membantu pihak penyelenggarra dalam Pemilu mendatang. Kerjasama media dan pihaknya sebagai penyelenggara dapat menyukseskan Program.

“Media sarana yang efektif. Dengan peran media bisa mengarahkan, membujuk, mempengaruhi pola pikir masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam Proses mendatang,” pinta Lay.