Satlantas Sumba Timur, Kematian Delvis Murni Lakalantas

Laporan Muhammad Habibudin
Waingapu, NTTOnlinenow.com – Peristiwa yang menimpa Delvis Indri Putra Manoraga pada bulan Januari 2017 lalu, menurut Satuan Lalulintas Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Sumba Timur, murni akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang terjadi di Kecamatan Rindi Umalulu, Kabupaten Sumba Timur.

Meninggalnya Delvis hingga saat ini masih menyimpan kejanggalan di pihak orang tua maupun keluarga khususnya ayah korban Paulus Manoraga yang terus berjuang mengungkapkan kebenaran namun pihak Polres Sumba Timur telah melakukan proses penindakan terhadap kasus itu.

Menurut ayah korban Paulus Manoraga dalam pernyataannya bahwa kematian Delvis diduga karna dibunuh oleh teman-temannya saat itupun ayah korban bersama keluarga langsung melaporkan kasus tersebut ke Polsek Umalulu dan Polres Sumba Timur.

Kasat Lantas Polres Sumba Timur, Iptu Berry Nataniel,SH ketika di temui wartawan Selasa (5/12/2017) menjelaskan, peristiwa meninggalnya Delvis Indri Manoraga di Rindi Umalulu murni akibat kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang ditabrak oleh tersangka (TSK) Jhon Wolo Dimu dan pihaknya telah melakukan tindakan proses tahapan (Protap).

“Jadi kasus itu telah kami lakukan tindakan polisi dengan cara melakukan proses tahapan guna mendapatkan bukti yang akurat,”ujarnya.

Dia merincikan tindakan polisi yang diambil dalam penanganan kasus kematian Delvis awalnya pada tanggal 1 Januari 2017 menerima laporan dari Polsek setempat dan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) namun saat itu pihaknya tidak sempat menolong korban karna korban telah dilarikan ke Puskesmas Melolo dan TKP diamankan serta tersangka (TSK) Jhon Wolo Dimu dilarikan ke rumah sakit umalulu.

Baca juga : Kasus Pasar Waimangura Menunggu Hasil Pengadilan Tipikor

“Saat itu untuk olah TKP kami amankan BB, sepeda motor Honda Tiger dan sepeda motor Yamaha Bison dengan mencatat 4 orang saksi, masing-masing, Novi Lazarus Nguru, Nelson Dake, Marselinus Nguru, Abner Kalikit K Konda, ini untuk membuat skets dan pemotretan olah TKP selain itu juga kami melakukan koordinasi dengan pihak Jasa Raharja bagi keluarga korban,”ungkapnya.

Dia menambahkan, pada tanggal 2 Januari 2017 pihaknya melakukan SP2HP penelitian laporan terhadap keluarga korban dan TSK untuk penyelidikan guna mendapat kejelasan tentang saksi, BB serta kronologis dengan melakukan olah TKP kemudian pada taggal 3 Januari 2017 diadakan gelar perkara pidana bukan menentukan tersangka namun tanggal 4 Januari 2017 SP2HP ke proses penyidikan ke keluarga korban dan tersangka dengan sita BB dan minta VER jenazah (Mayat).

“Pada tanggal 4 Januari 2017 diadakan pemanggilan dan pemeriksaan kepada 3 orang saksi yaitu, Novi Lazarus Nguru, Nelson Dake dan Marselinus Adianto dan tanggal 7 Januari 2017 pemanggilan 1 orang saksi yakni Abner Kalikit K Konda kemudian tanggal 8 Januari 2016 pemeriksaan tersangka Jhon Wolo Dimu dan tanggal 13 Januari 2017 SPDP,”terangnya.

Lanjut Berry, pemberkasan pada tanggal 19-20 Januari 2016 tahap I SP2HP bagi keluarga korban dan TSK dilanjutkan pada tanggal 3 Februari 2017 tahap II dan tanggal 4 Februari 2017 SP2HP keluarga korban Delvis Indri Manoraga dan TSK Jhon Wolo Dimu.

“Jadi begitu cepat proses penanganan kasus itu sehingga hasilnya dikatakan murni kecelakaan lalulintas (Lakalantas),”katanya sambil memperlihat gambar alur proses penanganan kasus.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*