Kadis Pendidikan NTT Sesalkan Pernyataan Menteri Pendidikan

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy terkait hasil rilis Program for International Students Assesement (PISA) yang menyentil soal pendidikan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dinilai mengungkapkan kegagalannya sendiri.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Johanna Lisapaly sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Rabu (6/12/2017). Lisapaly menyesalkan pernyataan tersebut, yang mana dilontarkan oleh seorang menteri yang nota bene sebagai yang paling bertanggungjawab terhadap masalah pendidikan di Indonesia.

“Kita sesalkan pernyataan ini. Kalau memang pendidikan di NTT dinilai buruk oleh beliau, maka yang bertanggungjawab terhadap pendidikan justru beliau sebagai menteri,” ungkap Lisapaly.

Menurut Lisapaly, terkait masalah kualitas pendidikan di NTT merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

“Persoalan pendidikan maju itu butuh sentuhan dari semua pihak. Artinya pak menteri juga harus koreksi, karena beliau yang bertanggungjawab terhadap pendidikan, termasuk juga kita di daerah,” ujarnya.

Meski begitu dirinya mengatakan, pernyataan dari Menteri Effendy menjadi motivasi bagi pemerintah provinsi untuk membenahi pendidikan di NTT. “Kita positif saja terhadap pernyataan dari Pak Mentri. Kita akan koreksi dan membenahi pendidikan di NTT,” katanya.

Mantan Asisten I Setda Provinsi ini menyatakan, jika bertemu dengan Menteri Effendy maka pihaknya akan meminta klarifikasi terkait pernyataan dimaksud. “Saya akan meminta klarifikasi. Kami selalu diundang dalam kegiatan atau pertemuan- pertemuan bersama pak menteri, kita akan pertanyakan ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Lisapaly menyatakan, terkait pernyataan Effendy tersebut, pihaknya akan menagih kepada pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan pendidikan di NTT. Pasalnya, NTT juga merupakan bagian dari NKRI.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmy Sianto juga menyayangkan pernyataan dari menteri Effendy itu. Menurut Jimmy, pernyataan tersebut adalah bentuk kepanikannya terhadap pertanyaan mutu kualitas pendidikan di Indonesia oleh PISA melalui hasil survei.

“Ini pernyataan untuk menyelamatkan mukanya sebagai menteri. Ini adalah bentuk pelarian tanggungjawab terhadap penilaian mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia sehingga dia mengkambinghitamkan NTT,” ungkapnya.

Jimmy menegaskan, seharusnya sebagai menteri, Effendy harus bertanggungjawab terhadap mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia. Kegagalaan pendidikan di NTT adalah bagaian dari kegagalan dirinya sebagai menteri pendidikan.

Baca juga : GSC Kota Kefamenanu Diberi Pelatihan Pengembangan Media Komunitas

“Buruknya kualitas pendidikan di Indonesia adalah cerminan dari ketidakmampuan dari seorang menteri yang bertugas mencerdaskan anak bangsa,” tegasnya.

Dia menambahkan, pernyataan menteri itu telah melukai seluruh masyarakat NTT. Oleh karena itu, menteri Effendy harus meminta maaf atas pernyataan tersebut.

“Saat ini yang harus dilakukan pemerintah pusat adalah pemerataan pendidikan untuk menjawabi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.

Untuk diketahui, hasil rilis Program For Internasional Student Assesment (PISA) dalam kurun waktu 2012-2015 menempatkan kualitas pendidikan Indonesia pada posisi paling buntut dari negara-negara lain.

Merasa tak puas dengan hasil yang dirilis PISA, Mendikbud Muhadjir Effendy angkat bicara. Rupanya, Effendy tak terima jika kualitas Pendidikan Indonesia tertinggal jauh dari negara lain.

Menurut Effendy, metode survei penelitian yang dilakukan oleh PISA bersifat parsial karena hanya menyertakan sampel tertentu dari suatu negara. PISA, katanya tidak melihat secara komprehensif kualitas pendidikan di Indonesia.

Effendy lalu membandingkan dengan Tiongkok. Sampel negeri Tirai Bambu itu menurutnya berasal dari Shanghai dan Guangzhou saja. Effendy kemudian menyentil soal provinsi NTT.

“Saya khawatir yang dijadikan sampel Indonesia adalah siswa-siswa dari NTT semuanya,” kata Effendy, seperti yang dikutip Jawapos.

 

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*