TPDI Pertanyakan Jabatan Kanit Tipikor Polres Mabar

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) juga masyarakat dan media massa mempertanyakan kembalinya Bripka M. Lukman ke Polres Manggarai Barat (Mabar) dan diberi jabatan strategis sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Kanit Tipikor).

Koordinator TPDI, Petrus Selestinus sampaikan ini dalam keterangan persnya yang diterima media ini, Senin (4/12/2017).

Petrus menjelaskan, pada 2014 Lukman tinggalkan Polres Mabar karena mendapat tugas baru di Polres Flores Timur (Flotim) tanpa ada penjelasan kepada publik. Mutasi itu, apakah akibat perilaku menyimpang dan laporan masyarakat mengenai perangkapan profesi sebagai pekerja proyek. Ataukah karena Lukman telah mencapai prestasi tertentu sehingga layak dipromosikan ke wilayah hukum lain di Polres Flotim.

Setelah beberapa tahun di Polres Flotim, lanjut advokat Peradi ini, Lukman kembali ke Polres Mabar dan dipercaya menduduki jabatan strategis yaitu Kanit Tipikor. Ini semakin menimbulkan tanda tanya publik Mabar, ada apa antara Lukman dengan otoritas di Polda NTT dan Polres Mabar terkait promosi jabatan sebagai Kanit Tipikor.

“Karena di mata masyarakat Mabar, Lukman memiliki rekam jejak buruk ketika bertugas di Polres Mabar alias tidak berprestasi,” kata Petrus.

Baca juga : Petrus Salestinus: Gubernur NTT Harus Klarifikasi Pertemunnya Dengan Setya Novanto

Dia menyatakan, berdasarkan laporan/iInformasi masyarakat Mabar, Lukman sering nyambi jadi kontraktor atau bekerja sampingan sebagai pelaksana proyek jalan raya yang bukan menjadi tugas utama Polisi. Bahkan pekerjaan itu sesungguhnya merendahkan profesi Polisi dan bertentangan dengan larangan sebagaimana diatur dalam UU Polri dan Peraturan Kapolri tentang perangkapan pekerjaan lain di luar Polri.

“Kapolres Mabar harus menjelaskan kepada masyarakat tentang urgensi menempatkan kembali Lukman ke Polres Mabar dan menempati jabatan strategis sebagai Kanit Tipikor, karena jabatan sebagai Kanit Tipikor memerlukan anggota Polri dengan rekam jejak profesinya tidak tercela,” pinta Petrus.

Dia menyatakan, apakah selama bertugas di Flotim, Lukman berprestasi cemerlang dan telah melewati proses assesment dan pertobatan. Selain itu, tidak akan melalukan praktek-praktek tidak tepuji seperti apa yang pernah dilaporkan dan dipersoalkan oleh masyarakat Mabar dan pers dalam rangka kontrol atas perilaku aparat negara termasuk Polisi di daerah pada waktu sebelumnya.

Petrus berpendapat, banyak kasus korupsi di Mabar tidak terungkap tuntas selama ini. Karena itu keberadaan Lukman tidak hanya layak dipersoalkan akan tetapi juga patut ditinjau kembali. Dengan jabatan sebagai Kanit Tipikor di Polres Mabar, seorang anggota Polri dituntut harus memiliki rekam jejak bersih dari KKN dan bersih dari perbuatan tercela lainnya.

 

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*