Damkar Akan Bangun Pos Pelayanan di Tiap Kelurahan

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kupang, akan membangun pos pelayanan di masing-masing Kelurahan di Kota Kupang. Hal ini untuk mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat.

Demikian dikatakan Kepala Damkar Kota Kupang, Mesak Bailaen saat ditemui di ruangan kerjanya Kamis, (30/11/2017).

Dikatakan Mesak, rencana pembangunan Pos pelayan tersebut merupakan program Induk Damkar, karena dinilai sangat membantu saat kebakaran terjadi.

“Rencana induk kami seperti itu, membangun pos pelayanan di masing-masing kelurahan, agar mempermudah Damkar dalam mengatasi kebakaran,” ujarnya.

Mesak mengaku, Rencana tersebut untuk saat ini masih tertunda, karena keterbatasan keuangan daerah. Untuk itu, pihaknya sudah megajukan proposal ke Kementrian.

“Tapi itu belum teralisasi. Tergantung Kemampauan keuangan daerah kita. Untuk itu kami sudah mengajukan proposal ke kementrian, kami menitipkannnya lewat komisi III,” sebutnya.

Mengenai kendala yang selama ini dihadapi, Mesakh mengaku, kekurangan personil dan mobil pemadam kebakaran adalah salah satunya. Sebab, Damkar saat ini hanya memiliki 6 mobil pemadam saja. Itu pun tiga mobilnya sudah “tua”, sedangkan personilnya hanya 42 orang saja.

Baca juga : Dinas Pendidikan NTT Diminta Lengkapi Komputer Hadapi UNBK 2018

“Untuk itu, saya juga sementara menyusun draf pengusulan untuk tambahan Mobil dan Personil. Untuk personil, idealnya, 95 orang. Sebab masing mempunyai tugas,” sebutnya.

Selain kendalanya pada Personil dan Mobil, Mesak juga megaku, kendala lainnya saat pelaksaan tugas di lapangan adalah akses masuk lokasi.

“Akses masuk lokasi itu juga sangat sulit, ini karena padatnya penduduk dan pemukiman warga, yang kadang-kadang membuat pagar rumah, sehingga hanya menyisahkan sedikit jalan untuk masuk, selain itu juga, saat-saat tertentu, padatnya lalu lintas juga menjadi penghalang,” sebutnya.

Hal lainnya, Lanjut Mesakh, masyarakat pun terkadang terlambat menginformasikan kebakaran. Biasanya, masyarakat menginformasikan saat kebakaran sudah mulai membesar. “Seharusnya sebelum membesar, mereka sudah menginfirmasikan,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap, agar masyarakat selalu berperan aktif dalam mencegah kebakaran.

“Masyarakat harus menyadari bahwa kebakaran sangat riskan terjadi, untuk itu, sebaiknya menjaga instalansi listrik di rumah dengan baik, serta kompor jangan dibiarkan hidup sehabis memasak, pastikan semunya benar-benar mati sebelum meninggalkan rumah. Juga menghindari penumpukan colokan pada satu kontak, karena itu memicu terjadinya kebakaran,” Ujar mesakh.