Tingkatkan Wawasan Kebangsaan Kemenhan Sosialisasi Bela Negara Bagi Warga Perbatasan Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dalam rangka mendukung program pengamanan dan pemberdayaan wilayah pertahanan kawasan perbatasan negara, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menggelar sosialisasi bela negara bagi warga masyarakat Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Rabu (29/11/2017).

Kegiatan penyuluhan meningkatkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme yang yang diikuti ratusan warga berlangsung di Aula SDK Wilaian Dusun Likubauk, Desa Tohe Leten wilayah Timor Barat perbatasan RI-Timor Leste dibawakan langsung oleh pemateri Kabag Luhkum Biro Hukum Kemhan Kolonel Chk Widarsono.

Kabag Luhkum Biro Hukum Kemhan Kolonel Chk Widarsono dalam materinya menyampaikan, meskipun sebagai masyarakat yang berada di daerah perbatasan khususnya di perbatasan RI-RDTL jangan terpengaruh dengan situasi negara lain.

Hak dan kewajiban sebagai warga dalam bela negara telah tecantum dalam UUD 45 pasal 27 ayat 3 dan pasal 30 ayat 1. Bela negara sebagai salah stau strategi Pertahanan Negara karena dalam bela negara tercantum cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara yakin pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, memiliki kemampuan awal bela negara.

Ditegaskan bahwa, sebagai warga Negara Indonesia kita harus menyadari akan kebesaran Indonesia karena bangsa ini sudah teruji oleh sejarah, bisa tetap berdiri kokoh bersatu. Karena itu kita harus bersyukur karena kita tetap bersatu dalam bingkai NKRI yang berbhineka Tunggal Ika.

“Kita tidak boleh ragu menjaga kedaulatan negara, menjaga perbatasan wilayah NKRI dan menjaga sumber daya alam kita. Karena kita berpegang teguh pada pada pancasila, UUD 1945,NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” ucap Widarsono.

Lanjut dia, memiliki kemampuan awal bela negara adalah memiliki jiwa yang tangguh, disiplin, ulet, bekerja keras, menghargai orang lain, cinta damai dan senantiasa membela kebenaran.

“Kita harus taat pada hukum yang dibuat oleh negara. Terus tumbuhkan cinta tanah air, bangga sebagai warga negara Indonesia, yakin dan pegang teguh ideologi Pancasila dan turut serta berbuat yang terbaik dalam lingkungan masyarkat,” ajak dia.

Baca juga  : Pendekatan Kesejahteraan dan Keamanan Penting Demi Pertahanan di Perbatasan

Sementara itu Kolonel Ctp Iman Prasetya dalam materinya mengatakan, daerah perbatasan berfungsi sebagai daerah fronteir yang artinya merupakan daerah terdepan untuk mempengaruhi pengaruh-pengaruh kita kepada negara lain.

“Kita jangan main-main dengan perbatasan kita, karena perbatasan kita itu ibarat merupakan pagar rumah kita yang dimana kita harus menjaganya dari negara lain yang akan merusaknya,” tandas Imam.

Jelas dia, isu kawasan perbatasan yang sering terjadi adalah ketidakjelasan batas teritorial, buruh migran yang berdokumentasi, pengelolaan SDA yang tak terkendali seperti pembalakan hutan, perdagangan lintas batas dan kegiatan penyelundupan, human traffiking, ketertinggalan pembangunan.

Selain itu lanjut Imam, masih belum berkembangnya produk unggulan untuk mendorong perkembangan ekonomi lokal, terorisme lintas batas, penyebaran dan kualitas penduduk yang tidak merata serta rendahnya kualitas SDM baik dibidang pendidikan maupun kesehatan.

Adapun dalam sesi dialog warga perbatasan Belu mengusulkan dibangun berupa tembok pembatas. Selain itu kesulitan petugas di perairan laut perbatasan yang melaksanakan patroli karena belum adanya penetapan batas laut kedua negara.

Selain itu masalah lain yang diungkapkan warga yakni di wilayah Kecamatan Lamaknen sering tejadi pencurian sapi yang dilakukan secara komplotan. Oleh sebab itu disarankan agar dibangun lagi satu pos perbatasan di Dilomil batas dengan Makanan, distric Bobonaro.

Permasalahan lainnya, masyarakat di perbatasan yang tiba-tiba ada acara adat mendadak atau ada keluarga yang meninggal di wilayah negara tetangga tidak bisa berkunjung dikarenakan terkendala masalah pasport. Untuk itu diminta kalau bisa diberikan kewenagan kepada aparat Desa untuk mengeluarkan surat ijin.

Untuk diketahui, selain kegiatan tersebut Kemenhan juga menggelar kegiatan bhakti sosial bagi ratusan warga masyarakat Desa di garis perbatasan tersebut. Kegiatan kesehatan meliputi pelayanan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gigi massal secara gratis kepada 400 lebih warga, serta pembagian 300 paket sembako pada warga berpenghasilan rendah di desa Tohe Leten.