DLH Belu Gelar FGD Bahas Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dalam rangka Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Belu Tahun 2016-2036, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belu menggelar Ficus Group Discussion (FGD) di aula Betelalenok, Senin (27/11/2017).

Kegiatan FGD membahas Kajian Lingkungan Hidup Strategis dibuka oleh Asisten II Setda Belu, Yerem Kali Taek. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan OPD, pejabat mewakili Kodim 1605/Belu, Polres Belu, tokoh adat, tokoh agama serta para masyarakat.

Menurut Asisten II Kali Taek, kegiatan FGD terkait kajian lingkungan hidup strategis merupakan dampak dari perubahan wilayah yang sebelumnya masih melingkupi wilayah Kabupaten Malaka.

“Karena itu, setelah Kabupaten Malaka dimekarkan, maka perlu dilakukan penataan ulang dalam kaitannya dengan tata ruang wilayah di Kabupaten Belu,” ujar dia.

Kajian Lingkungan Hidup Strategis jelas Kali Taek, merupakan sebuah pembahasan yang sangat penting untuk menata kembali hal-hal yang berkaitan dengan rencana jangka panjang dalam wilayah Belu yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

“Kegiatan FGD membahasa KLHS tentang rencana tata ruang dan tata wilayah di Belu sangat penting dilakukan,” ucap dia.

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belu, Yohaneta Mesak menuturkan bahwa, kegiatan FGD yang dilakukan hari ini guna membahas KLHS tentang RTRW Kabupaten Belu Tahun 2016-2036 mendatang.

Lanjut dia, tujuan dilaksanakan kegiatan FGD supaya bisa mendapat masukan dari seluruh pemangku kepentingan terkait hasil identifikasi dan perumusan terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan.

“Tidak saja itu, FGD ini dilakukan juga untuk melihat hasil identifikasi terhadap seluruh KRP di dalam RTRW Belu Tahun 2016-2036, sehingga dapatkan rekomendasi lebih lanjut,” jelas Mesak yang juga sebagai Ketua Pokja PL Kabupaten Belu.