Polres Belu Berhasil Amankan Sembilan DPO Sejak Tahun 2013-2017

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dalam waktu kurang lebih satu bulan aparat Kepolisian Resor (Polres) Belu berhasil mengamankan sembilan orang yang menjadi daftar pencarian orang (DPO) dari tahun 2013 sampai dengan 2017.

Demikian Kalolres Belu, AKBP, Yandri Irsan kepada NTTOnlinenow.com, Selasa (21/11/2017).

Menurut Yandri, sembilan DPO yang diamankan terkait dengan beberapa kasus diantaranya, kasus illegal loging sebanyak 7 orang yang berinisial, HL, MN, RZ, R, YAH, FT dan ZA. Para pelaku dijerat Pasal 82 ayat (1) Subs pasal 84 ayat (1) UU Nomor 18 tahun 2013, tentang pengrusakan kawasan hutan.

Sementara itu DPO kasus pencurian kendaraan bermotor sebanyak 2 orang diantaranya, JE alias QING yang dilakukan pada 3 TKP, dan AS alias Ragil yang dilakukan pada 2 TKP. “Semua 9 DPO berhasil kita amankan dalam bulan November. Mereka semua DPO sejak tahun 2013 sampai 2017,” papar dia.

Baca juga : Koramil Wedomu Berikan Bantuan Bahan MCK dan 20 Paket Sembako Bagi Warga

Jelas Yandri, terkait kasus kayu pihaknya atensi untuk digelar ulang kasus-kasus yang lama dalam proses sidik dan dilakukan pengejaran dan dalam waktu sekitar satu bulan kita berhasil tangkap. “Apresiasi buat anggota Reskrim dan kita akan berikan penghargaan,” papar dia.

Terkait kasus kayu di Io Kufeu (Malaka) pihaknya sudah menahan para pelaku dan sementara tinggal melengkapi berkas kasusnya. Lima saksi telah diperiksa dan barang bukti sudah kita amankan. Belum ada penetapan tersangka. Pihaknya sedang panggil, tapi mengarah pada tersangka sudah pasti.

“Kasus kayu Io Kufeu sudah kita tahan dan proses. Tersangka sudah mengarah, tapi kita yakinkan lagi akan panggil beberapa saksi lagi,” ujar dia.

Mantan Kapolres Flotim itu mengatakan, ini pembiaran makanya tidak ada efek jerah. Hutan itu kekayaan negara dan kita semua. “Kebijakan Pemerintah jelas atensi kejahatan yang berdampak pada masyarakat banyak itu tidak ada toleransi dan siapapun akan kita proses,” tegas Yandri.