SMF Dorong BPD Perluas Akses Kepemilikan Rumah di Seluruh Indonesia

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Makassar, NTTOnlinenow.com – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus melakukan upaya untuk meningkatkan volume KPR melalui penyaluran pinjaman kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD) guna mendukung Program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh Pemerintah.

Dalam hal ini dukungan Pemerintah Daerah sangat diperlukan untuk mendorong dan memperluas kesempatan masyarakat dalam memiliki rumah yang layak di berbagai pelosok Indonesia.

Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF, Heliantopo sampaikan ini pada kegiatan Sosialisasi dan Edukasi, “SMF dan Percepatan Program Satu Juta Rumah di Indonesia” di Makassar, Senin (20/11/2017).

Heliantopo mengatakan, sesuai dengan Program Kerja Perseroan di tahun ini, Program Pembiayaan terus dilakukan dengan memperluas jangkauan pembiayaan kepada seluruh BPD di Indonesia, khususnya di Wilayah Tengah dan Timur Indonesia.

“Hingga saat kami telah bekerja sama dengan 26 Bank BPD, diantaranya 11 BPD telah mendapatkan pembiayaan SMF, dan tercatat 15 BPD melakukan MOU, SMF telah melakukan kegiatan berupa pelatihan KPR baik secara kolektif maupun ekslusif di masing-masing BPD,” katanya.

Untuk mendorong penyaluran KPR di daerah, kata Heliantopo, SMF juga telah menyusun dan menyerahkan Standard Prosedur Operasi (SPO) KPR BPD SMF, SPO Kredit Modal Kerja – Konstruksi Perumahan SMF (KMK – KP SMF), dan SPO Pembiayan Pemilikan Rumah (PPR) Syariah, yang bekerjasama dengan Kementerian PUPR dan Asosiasi Bank Daerah (Asbanda), Asosiasi Bank Syariah Indonesia, (Asbisindo), dan Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.

Terkait urgensi peran BPD, lebih lanjut Heliantopo mengatakan, BPD mempunyai peran penting dalam mendukung penyelenggaraan Program Sejuta Rumah terutama di daerahnya masing-masing. Karena BPD sebagai sistem perbankan lokal dapat lebih efisien memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan perumahan, BPD cenderung lebih spesifik mengenal karakteristik masyarakat di daerah masing-masing.

“Peran BPD sangat sentral dalam meningkatkan perekonomian daerah yang secara simultan akan mendukung pertumbuhan Ekonomi Nasional. Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memiliki rumah dan mensukseskan Program Sejuta rumah, diperlukan fasilitas KPR yang terjangkau dan mudah diakses,” katanya.

Heliantopo mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan, baik BPD maupun Pemerintah Daerah untuk bersama-sama meningkatkan penyaluran KPR di daerah, untuk dapat menjadi pionir penyaluran KPR di wilayahnya masing-masing, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

“Kami optimis, dengan adanya sinergi yang kuat diantara kita, program sejuta rumah pemerintah dapat tercapai dan memberikan kontribusi luar biasa bagi perekonomian Indonesia,” ungkap Heliantopo.

Pada kesempatan tersebut hadir juga Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kantor Regional Sulawesi Maluku, dan Papua (Sulampua), Indiarto Budiwitono, Sekretaris Jenderal Asbanda, Edie Rizliyanto, dan Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Selatan, Yunus Genda.

Untuk diketahui, SMF merupakan BUMN yang didirikan pada tahun 2005 di bawah Kementerian Keuangan yang mengemban tugas membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan.

SMF memilki kontribusi penting dalam menyediakan dana menengah panjang bagi pembiayaan perumahan melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan. Dengan demikian, diharapkan malalui penyaluran KPR dapat meningkatkan volume penerbitan KPR, terutama untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).