Tokoh Adat Dua Negara Sepakat Akhiri Sengketa Batas Naktuka-Oecusse

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pertemuan tokoh adat Ambenu Sila-Oecusse bersama tokoh adat daratan Amfoang, TTU dan Malaka dalam membahas sengketa perbatasan Desa Naktuka, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang perbatasan Indonesia dan Bijaelsunan Oben, Distric Oecusse, Timor Leste menghasilkan kesepakatan bersama.

Sesuai press release yang diterima media, Kamis (16/11/2017) pernyataan bersama para Tokoh Adat Liurai Sila, Sonbai Sila, Beun Sila dan Afo Sila, dalam rangka meningkatkan Perdamaian dan persaudaraan sesama Atoni Meto disepakati 7 point sebagai berikut :

Memperkokoh tali persaudaraan dalam rangka melestarikan nilai- nilai adat istiadat yang telah ditanamkan oleh para leluhur dalam Filosofi Nekamese Asaof Mese Atoni Pah Meto.

Mendukung tegaknya perdamaian di tapal batas sebagai mana telah dititahkan dalam sumpah adat oleh para leluhur dan di harapkan kedua negara. Menjalin kerja sama dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat masyarakat di bidang sosial budaya dan ekonomi.

Mengakui dan memperteguh batas-batas adat antara kerjaan Liurai Sila, Sonbai Sila, Beun Sila dan Afo Sila sesuai dengan sumpah mereka. Garis batas antar negara tidak menjadi titik sengketa sebagaimana terjadi selama ini, melainkan menjadi titik sosial dan titik persaudaraan.

Hasil kesepakatan bersama dalam pertemuan tersebut perlu disosialisasikan kepada seluruh masyarakat kedua negara, dan mendorong Pemerintah kedua negara agar memfasilitasi pertemuan serupa pada tahun 2018 di Ambenu.

Baca juga : Pertemuan Tokoh Adat Desa Manusasi Guna Penyelesaian Tapal Batas Dengan Oeccuse

Hasil kesepakatan bersama antara tokoh adat kedua negara tersebut selanjutnya ditanda tangani oleh keempat Raja dari distric Oecusse dan Raja Amfoang, Raja Sonbai dan Liurai yang disaksikan oleh Pejabat Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Luar Negeri RDTL.

Dalam pertemuan bersama tokoh Adat RDTL (Ambenu Sila) dan Tokoh Adat daratan Amfoang, TTU, Malaka sebelumnya melakukan silsilah sejarah dengan tujuan mengingat kembali ikatan persaudaraan antara Ambenu Sila dengan Liurai Sila, Sonbai Sila dan Amfoang Sila.

Pertemuan yang bertempat di lokasi Lapangan SDK Bokos RT 02, RW 01 Dusun 1, Desa Netemnanu Utara Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang Selasa, (14/11) lalu dihadiri Tokoh adat daratan Amfoang,TTU dan Malaka yakni, Raja Liurai, Raja Sonbai dan Raja Amfoang.

Sementara tokoh adat RDTL, Raja Ambenu Anthonio H Da Costa. Kepala Polisi Distrik Oekusi Super Intendenti PNTL, Direktur Planea-mento, Chevi Departamento, Intelektual, Director Admunistracao.

Kasie Intel Korem 161/Wirasakti-Kupang, Dan Yon Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif 742/SWY, Dandim 1604/Kupang, Kabag Ops Polres Kupang, Perwakilan Kemenlu RI, Perwakilan Depdagri RI, Perwakilan Polhukam RI, Kaban Pengelola Perbatasan, Kaban Pengelola Perbatasan Kabupaten Kupang serta kurang 500 orang warga masyarkat Amfoang Timur.

Untuk diketahui sebelumnya Delegasi dan Tokoh Adat RDTL kemudian disambut dengan upacara adat oleh Delegasi RI dan Tokoh adat daratan Amfoang,TTU dan Malaka. Pertemuan berlangsung aman dan lancar dengan mendapat pengamanan dari TNI Pamtas 742 Oepoli, Personel Polres Kupang, Polsek Amfoang Timur, Polsek Amfoang Utara dan Polsek Amfoang Selatan.