Pilkada 2018 Diharapkan Berjalan Aman dan Lancar

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pelaksanaan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 10 kabupaten di Nusa Tenggara Tenggara Timur (NTT) serta Pemilu gubernur dan wakil gubernur NTT pada 2018 mendatang diharapkan berjalan aman, lancar dan sukses.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya sampaikan ini saat memberikan arahan umum pada Rapat Kerja (Raker) Gubernur NTT dengan Walikota dan Bupati se-NTT Tahun 2017 di Aula Fernandez, Kantor Gubernur El Tari, Rabu (15/11/2017).

“Saya meminta perhatian dari wali kota dan para bupati se-NTT agar menjaga situasi di daerahnya masing-masing sehingga Pemilihan Gubernur dan Bupati pada sepuluh kabupaten di NTT dapat berjalan aman, lancar dan sukses,” pinta Lebu Raya.

Lebu Raya meminta para kepala daerah untuk membangun koordinasi dan melibatkan berbagai komponen seperti Forkompinda, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Menurutnya, belajar dari pengalaman pilkada sebelumnya, perlu ada upaya pemetaaan dini terhadap titik-titik rawan dalam pelaksanaan pilkada nantinya.

“Perhatikan secara cermat potensi gesekan yang terjadi sebelum pilkada sehingga dapat diantisipasi pengamanannya. Pengalaman selama ini ada terjadi gesekan, namun segera dapat diatasi karena kerja sama yang baik di antara berbagai pihak,” katanya.

Lebih lanjut, dia berharap, sepuluh pemerintah kabupaten di NTT yang akan menyelenggarakan Pilkada 2018 untuk segera menyelesaikan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten.

Baca juga : Angka Kemiskinan Kabupaten Flores Timur di Bawah Nasional

“Pemerintah provinsi telah melakukan penandatanganan NPHD dengan KPUD dan Bawaslu Provinsi NTT. NPHD dengan KPUD Kabupaten sudah dilaksanakan oleh kesepuluh kabupaten, tetapi untuk Bawaslu Kabupaten, belum semua kepala daerahnya menandatanganinya. Saya berharap hal ini harus segera diselesaikan secepatnya,” harapnya.

Selain itu, Lebu Raya juga meminta agar penyelenggara pilkada memperhatikan kelayakan pemilih. Perlu ada kerja sama yang baik menyangkut data pemilih. Perekaman dan pendistribusian E-KTP diharapkan dapat diselesaikan secepatnya.

“Data Pemilih sementara harus akurat sehingga tidak terjadi pendobelan. Masyarakat yang pergi jauh, pindah dan meninggal harus didata secara baik. Masyarakat kita lebih mementingkan urus kebun dan ternak daripada membaca data pemilih sementara yang ditempel di papan pengumuman. Karena itu, KPUD dengan instansi terkait harus terus menggiatkan sosialisasi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur dua periode ini meminta perhatian dan dukungan dari wali kota dan bupati se-NTT untuk mendukung berbagai proyek strategis nasional yang dilaksanakan di NTT seperti pembangunan bendungan, pos lintas batas antara negara, jembatan palmerah, proyek listrik, garam dan pariwisata.

“Kerja sama juga sangat dibutuhkan untuk mengatasi kemiskinan di NTT yang masih bersifat fluktuatif. Saya sudah mengirim undangan kepada Bapak Presiden RI agar beliau dapat menghadiri acara HUT NTT nanti, sekaligus meresmikan Bendungan Raknamo, Pos Lintas Batas Negara Motamasin dan Wini serta groundbreaking Jembatan Palmerah, Semen Kupang Indonesia dan Bendungan Temef,” tandasnya.

Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT, Viktor Manek dalam laporannya mengungkapkan, Raker Gubernur dengan para Walikota/Bupati se-NTT yang dilaksanakan setiap tahun itu, merupakan momentum untuk merefleksikan dan meneguhkan kembali komitmen bersama dalam membangun Provinsi NTT.

“Raker ini bertujuan untuk menyatukan komitmen bersama membangun Indonesia di NTT,” ujar Viktor Manek.