DPRD: Kasat Pol PP Dan Kabag Protokol Harus Dievaluasi

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Menyusul lambatnya respon untuk pengamanan Wakil Walikota Kupang, terkait insiden yang terjadi (02/11/2017). Diruang Wakil Walikota. Anggota DPRD Kota Kupang meminta kepada Walikota Kupang untuk mengevaluasi kinerja dari Kepala Bagian (Kabag Protokol) dan Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Kupang.

Permintaan ini disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kota Kupang, Adrianus, Talli saat diwawancarai NTTOnlinenow.com, Rabu (15/11/2017).

Talli mengaku, dalam Rapat dengar Pendapat yang dilakukan, kemarin, Selasa (14/11/2017) Kasat Pol PP sudah menyatakan klarifikasinya soal insiden tersebut. Namun klarifikasi tidak bisa diterima, karena apapun alasannya, para Pol PP tidak bisa membiarkan orang masuk kedalam ruang wakil walikota lalu membuat ricuh didalamnya, apalagi saat jam kerja.

Baca juga : RDP Insiden Diruang Wawali di skorsing Tanpa Batas Waktu

“Saya menyesal dengan tidak ada tindakan dari para Pol PP. Apalagi dalam video yang berdurasi sekitar enam menit nampak ada petugas Pol PP, namun uniknya pol PP tersebut turut merekam keributan, tanpa melakukan tindakan pengamanan terhadap Wakil Walikota,” ujarnya.

Selain itu, pihak protokol juga tidak berbuat apa-apa atas insiden tersebut, padahal seharusnya mereka juga turut melerai pertikaian itu, dan tidak bisa membiarkan wakil walikota dibentak-bentak dan dimarahi oleh ASN, yang nota bene adalah bawahan dari Wakil Walikota.

Untuk itu, dirinya meminta pemerintah Kota Kupang, dalam hal ini dapat mengevaluasi kinerja dari Kasat Pol PP, dan Kabag Protokol karena tidak mampu menjalan tugas mereka dengan baik.

Selain itu, Talli juga meminta pemerintah mengevaluasi kinerka dari Pengawal Pribadi (Walpri) dari Wakil Walikota yang tidak mampu mengamankan Wakil Walikota dengan baik, dalam video tersebut terlihat para Walpri berdiri dan tidak bereaksi apa-apa, padahal kalau mau dilihat situasinya cukup gawat, tapi malah mereka hanya berdiri dan menyaksikan wakil walikota dimarahi dan dibentak-bentak oleh orang luar.