Komisi IV Minta Dinas Pendidikan Segera Merelaisasikan Dana Alat Peraga

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Ferdinand Pa Padja meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang untuk segera merealisasi dana pengadaan alat peraga dan komputer bagi sekolah. Pasalnya dana tersebut, juga diperuntukan bagi persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Online.

Dana pendidikan tersebut seharusnya sudah direalisasikan oleh Dinas Pendidikan, karena sudah disetujui di sidang perubahan pada bulan Juli 2017 lalu dengan menggunakan dana bagi hasil dari provinsi NTT senilai Satu Miliar Rupiah.” Kata Padja

Selain itu, Padja juga meminta agar bantuan pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu senilai Rp.2,5 juta perorang, dapat segera dicairkan oleh Dinas Pendidikan. Tujuannya, adalah agar penerima manfaat bisa menggunakan dana itu untuk pembayaran registrasi. Sesuai jadwal, dana bantuan bagi mahasiswa kurang mampu seharusnya sudah diberikan sejak bulan Oktober 2017 lalu, namun belum direalisasikan hingga saat ini.

Padja mengaku, jika keterlambatan realisasi beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu diakibatkan adanya mis-komunikasi antara Dinas Pendidikan dan Bagian Umum, maka sebaiknya dicari solusi secepatnya agar mahasiswa yang kurang mampu tidak dikorbankan.

Terkait dana insentif bagi para guru honorer SD dan SMP di Kota Kupang yang belum direalisasi, Padja juga meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang untuk segera merealisasikannya. Hal itu dikarenakan, dana tersebut sudah dikucurkan pada APBD murni tahun 2017.

Baca juga : Walikota Berencana Naikan Upah PTT Dinas Kebersihan

Menurutnya, berdasarkan hasil kunjungan kerja yang dilakukan komisi IV ke Dinas Pendidikan, diketahui bahwa realisasi insentif bagai guru honorer baru dilakukan untuk tingkat SMP. Sedangkan untuk guru honorer tingkat SD, belum dilakukan. Alasannya, karena terjadi kekeliruan data pada empat orang guru honorer tingkat SD.

“Dinas Pendidikan seharusnya tetap melakukan pembayaran insentif bagi guru honorer SD, dengan sambil memperbaiki kekeliruan yang terjadi. Sehingga, jangan karena kekeliruan data pada empat orang guru, lalu semua guru honorer SD di kota Kupang ikut menanggung beban,” Katanya

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Empat DPRD Kota Kupang, Yuven Tukung mengatakan, semangat Komisi Empat menyetujui alokasi dana beasiswa dan insentif bagi para guru honorer, adalah untuk menyemangati mahasiswa dan guru dalam belajar dan bekerja. Sehingga menurut Tukung, sangat disayangkan jika sampai kini proses realisasi dana-dana tersebut belum juga terlaksana.

Menurutnya, dalam waktu dekat pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dapat segera merealisasikan dana-dana tersebut. agar bisa dimanfaatkan oleh para mahasiswa dan guru honorer sesuai kebutuhan masing-masing.