Dinas ESDM NTT Eksplorasi 65 Sumur Bor

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah NTT melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun anggaran 2017 ini melakukan eksplorasi terhadap 65 sumur bor, sedangkan kegiatan eksploitasi diharapkan bisa dilaksanakan pada 2018 mendatang.

Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT, Boni Marisin sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Selasa (14/11/2017).

Boni mengatakan, 65 sumur bor yang diekplorasi pada 2017 ini tersebar di 22 kabupaten/kota di provinsi kepulauan ini. Sedangkan untuk kegiatan eksploitas disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Sehingga biasanya, kegiatan eksplotasi dilakukan pada tahun anggaran berikutnya mengingat dana yang dibutuhkan untuk eksploitasi satu titik sumur bor cukup besar.

“Jadi kalau eksplorasi tahun 2017, kegiatan eksploitasi pada tahun anggaran 2018. Jumlah sumur bor yang dieksploitasi, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” kata Boni.

Dia mencontohkan, pada tahun anggaran 2016 dilakukan eksplorasi sejumlah titik yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di NTT. Namun yang dioptimalisasi atau dieksploitasi pada tahun anggaran 2017 hanya kurang lebih enam sumur bor. Karena jumlah anggaran yang dialokasikan hanya bisa untuk mengoptimalisasi sebanyak itu.

Boni menyampaikan, kegiatan eksplorasi da eksploitasi sumur bor menjadi program tetap yang selalu dilaksanakan pemerintah karena hampir semua daerah di NTT krisis air bersih. Walau demikian, tidak serta merta langsungkan dilakukan eksploitasi.

Baca juga : Ini Alasan Flores Ditetapkan Sebagai Pulau Panas Bumi

Karena dalam kegiatan eksplorasi, dilakukan sejumlah langkah untuk memastikan besaran debet air dan kedalaman hingga mendapatkan sumber air tanah. Dalam kegiatan survei yang dilaksanakan, menggunakan alat dan kajian seperti geolistrik, geohidrologi, geografis, dan geomorfologi. Daerah kritis air juga disandingkan dengan cekungan air tanah.

Pada prinsipnya, lanjut Boni, apa yang dilaksanakan dengan sejumlah kajian dan peralatan dimaksud, semata- mata untuk menjawabi krisis air bersih yang dialami masyarakat. Intinya, apa yang dilakukan pemerintah itu dengan harapan agar apa yang dirindukan masyarakat bisa teratasi atau terjawab.

“Kegiatan optimalisasi sumur bor ini, hanya untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan air bersih. Karena untuk kebutuhan irigasi, ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera),” papar Boni.

Dia menyatakan, menyadari kemampuan keuangan daerah yang sangat terbatas, Pemerintah NTT juga selalu berkoordinasi dengan Badan Geologi. Dengan tujuan, melalui Badan Geologi, pembangunan sumur bor menggunakan dana APBN. Berbagai kegiatan perlu dilakukan agar bisa menjawabi kebutuhan krisis air minum bersih di hampir semua daerah di provinsi ini.

 

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*