BPBD Bentuk TIM Tanggap Darurat Tanggulangi Bencana di Sikumana

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Kupang membentuk tim tanggap darurat bencana angin puting beliung yang terjadi di Sikumana, Kota Kupang, beberapa waktu lalu. Tim Tanggap Darurat ini terdiri dari BPBD Kota Kupang, Polres Kupang Kota, Koramil 1604-01, Dinas Sosial Kota Kupang, Dinas Kesehatan serta Palang Merah Indonesia Kota Kupang.

Kepada wartawan di ruangan kerjanya, Rabu, (8/11/201), Kepala BPBD Kota Kupang, Ade Manafe mengatakan, Tim Tanggap Darurat yang dibentuk tersebut akan bekerja mulai hari ini sampai pada tanggal 14 mendatang.

Manafe mengaku, Hal pertama yang akan dilakukan Tim tanggap darurat adalah melakukan pemutakhiran data. Sebab, masih ada selisisih data dari Tim kaji cepat BPBD dengan Tim Kelurahan Sikumana.

“Selisih datanya sekitar 23. Sesuai data dari tim kaji cepat sebanyak 138, sedangkan data tim kekurahan sebanyak 161. Sehingga perlu diverifikasi dan divalidasi ulang,” sebut Manafe.

Manafe mengatakan, selain untuk mencocokan data, pemutakhiran data penting dilakukan agar bantuan yang disalurkan nantinya benar-benar tepat sasaran.

“Jangan sampai, selisih data 23 itu juga didalamnya termasuk orang yang mampu. Atau mungkin juga dihitung kerusakan yang bukan rumah, seperti Kandang Babi, Ayam atau yang lainnnya, ini kan tidak termasuk,” ujar Manafe.

Manafe melanjutkan, setelah selesai melakukan pemutakhiran data, selanjutkan akan disusun scedule kegiatan masing-masing bidang. Baik itu kesehatan, maupun logistik.

“Intinya, pemutakhiran data selesai. Semua bantuan ini sudah tersalurkan,” sebutnya.

Manafe mengatakan, saat ini, dari dinas kesehatan Kota telah menyiapkan obat-obat, bahkan Dinkes selalu melakukan monitoring setiap saat dilokasi kejadian. Hal ini untuk mencegah dampak ikutan lainnya yang mungkin akan terjadi.

Menyangkut alur listrik, Manafe mengatakan pihak PLN pun tengah malakukan monitor di lapangan, kata Kepala PLN, masih banyak rumah penduduk yang belum dipasang lisrik, hal ini dikarenakan warga belum sempat membangun kembali rumahnya karena masih dihantui rasa ketakutan akan hal-hal yang tidak dinginkan.

“Tapi kita minta secepatnya, agar bisa dibenahi segala keperluannnya termasuk aliran listrik,” ujarnya.

Manafe mengatakan, ada 14 jenis bantuan yang akan diberikan nantinya, kemudian ada juga bantuan stimulan bahan baku. Untuk bantuan stimulan bahan baku, nantinya akan diberikan dalam bentuk uang, ini seseuai Perwali nomor 5 tahun 2006, yakni, untuk rusak ringan akan diberikan sebesar Rp.500 ribu, rusak sedang, Rp.1 juta, sedangkan rusak berat sebesar Rp.2 juta lima ratus ribu.

Sedangkan 14 jenis bantuan lainnnya itu berupa, beras, terpal, ikan kaleng, tikar l, kelambu, kemudian, paket pakaian anak SD, minyak goreng, paket lauk pauk, peralatan dapur, gula kopi, dan lainnnya.

Khusus untuk bantuan beras lanjut Manafe, akan diperuntukan sesuai ketentuan yang ada, yakni 400 gram per jiwa, nantinya, setelah data Valid, maka akan dikalikan dengan Jumlah KK dalam Rumah tangga.

Namun, lanjut Manafe, karena bersifat tanggap darurat, maka 14 jenis bantuan ini hanya diberikan sampai dengan tujuh hari kedepan, setelah lewat tujuh hari, maka akan ditanggung sendiri oleh masyarakat.

Selanjutnya ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, sebab, bukan tidak mungkin pasti ada bencana susulan lagi.

Menurutnya, Bencana angin puting beliung memang sulit dipreksi. Bebeda dengan bencana lainnnya, seperti Gempa Bumi, yang bisa saja diprediksi. Untuk itu masyarakat harus selalu waspada terhadap bencana angin puting beliung.