Pemkot Akan Bentuk Timsus Dalami Insiden di Ruangan Wawali

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Terkait insiden memalukan, yang terjadi di ruang kerja Wakil Walikota Kupang, dimana Ada ASN lingkup pemerintah Kota Kupang yang memarahi dan membentak Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man, dengan kata-kata yang tidak sopan, pada Kamis (02/11/2017) lalu, Pemerintah Kota Kupang (Pemkot), akan membentuk Tim Khusus untuk melakukan Pemeriksaan terhadap dua ASN yang bernama Jovid Tonubesi dan Adipapa Palli.

Tim Khusus ini terdiri dari Badan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Inspektorat Kota Kupang. Tim Khusus ini akan bertugas melakukan investigasi terhadap persoalan tersebut.

“Saya sudah diperintahkan oleh Pak Wali untuk membentuk tim Khusus ini, mereka akan melakukan pemeriksaa terhdap dua ASN yang melajukan keributan di Ruangan Wawali beberapa hari lalu,” ujar Sekertaris Daerah (Sekda), Kota Kupang, Bernadus Benu, di ruangan kerjanya, Senin (6/11/2017).

Dikatakannnya, mulai hari ini, Pemkot akan mengeluarkan surat pembentukan Tim khusus tersebut dan langsung diberikan kewenangan untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap ASN itu.

Benu mengatakan, Tim Khusus ini akan diberikan waktu satu minggu dalam melaksankan pemeriksaan. Hasil dari Pemeriksaan itu, selanjutnya akan diserahkan kepada Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore untuk kemudian diambil keputusan.

“Tim Khusus ini hanya mempunyai wewenang untuk melakukan pemeriksaan, keputusan terakhir ada ditangan Walikota selaku pembina ASN di Kota Kupang,” sebutnya.

Baca juga : TPDI Mengutuk Keras Tindakan ASN Terhadap Wakil Wali Kota Kupang

Saat disinggung mengenai langkah hukum yang akan diambil, Benu mengatakan, hal itu diluar kewenangannnya sebagai Sekretaris Daerah.

Sementara, mengenai sanksi yang akan diberikan apabila terbukti melanggar etika atau aturan, Benu menegaskan dirinya belum bisa berkomentar lebih jauh, sembari menunggu hasil pemeriksaan yang dilkakukan Tim Khusus.

“Tim dari inspekrotrat dan BKD ini kan tim yang profesional, maka Saya tidak boleh mendahului pemeriksaan yang dilakukan oleh mereka, nanti selesai pemeriksaan baru kita mulai bicara,” ujar Benu.

Lebih jauh, Benu mengatakan, agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi di hari-hari berkutnya, Pemkot akan meperketat pengawasan dilingkungan Pemkot Kupang, terutama kepada Walikota dan Wakil Walikota Kupang.

“Peristiwa kemarin itu memang satu hal yang harus kita waspadai, karena setiap waktu, hal yang kita tidak inginkan bisa saja terjadi,” ujarnya.

Untuk itu, Benu berharap agar setiap ASN hendaknya menjaga kondisi dan kenyamanan di lingkup Pemkot Kupang.