Kapolres Belu Bantah Dugaan Oknum Aparat Terlibat Kasus Moge

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com-Terungkapnya kasus 25 peti yang berisi spare part motor gede (moge) jenis Harley Davidson beberapa waktu lalu setelah tertahan di pelabuhan Atapupu diduga ikut terlibat oknum aparat lapangan Polres Belu yang turut memfasilitasi.

Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan yang dikonfirmasi terkait hal itu oleh awak media beberapa waktu lalu membantah adanya keterlibatan oknum aparatnya dalam kasus 25 peti berisi sparepart motor gede jenis HD yang terungkap di pelabuhan Atapupu 3 Oktober lalu.

“Aparat terlibat itu versinya orang. Kalau kita dari aparat, silahkan masyarakat berpersepsi masing-masing dan itukan juga masih dalam ranah penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Bea Cukai,” ujar dia.

Kita Polisi selaku korwas ataupun membina pengawas penyidik jelas Yandri, pihaknya sudah memberikan masukan, himbauan dan selalu koordinasi juga dengan pihak Bea Cukai di PLBN dan juga dari Bali.

“Terkait temuan itukan memang sebenarnya juga dari Bea Cukai masih sifatnya koordinasi ke kita. Mereka masih mendalami apakah masuk dalam kategori penyelundupan ataukah temuan, dan apakah kekurangan administrasi,” papar dia.

Jadi memang kita sampaikan juga terlalu dini menyampaikan itu penyelundupan. Tidak mungkin pihak pengusaha 1×24 berada di countener. Inikan lagi proses mungkin administrasi saat ditemukan jelas tidak ada karena orangnya tidak ada di tempat.

“Makanya saya juga nggak berani berikan statement. Karena itu masih ranahnya kepabeanan. Kalau misalnya antar pulau, ya memang bisa kita ambil alih,” ucap dia.

Baca juga : Sudah 11 Peti Isi Spare part Moge Dibongkar Bea Cukai

Dikatakan, hingga saat ini mereka (Bea Cukai) rutin komunikasi ke saya, dan menurut koordinasi penyampaian terakhir administrasi sudah hanya masih kurang lengkap. Cuman sudah terlanjur terekspose bahwa penyelundupan sampai kemana-mana.

“Bahkan juga menyudutkan kita Polres turut membekingi terlibat segala macam. Saya bilang itu hak masing-masing seperti di sosmed. Opini publiknya terlanjur muncul dan menurut saya terlalu dini. Itu ada tahapan-tahapan,” kata dia.

Ketika disinggung barangnya masuk lewat Mota’ain, jawab Yandri kalau masuk lewat pintu batas Mota’ain administrasi lengkap, tapi yang ada itu ada administrasi yang kurang. Koordinasi terakhir administrasi akan dilengkapi dan kita tidak bisa membantu karena itu ranahnya mereka dan kita belum bisa campur, karena mereka tata administrasi.

“Jadi nda ada anggota terlibat. anggota saya sudah ditarik semua yang ada di batas dan sudah kita interogasi. Setelah Paminal kita interogasi ternyata tidak ada,” terang mantan Kapolres Flotim itu.

Sebelumnya, Humas Bea Cukai Edie yang dihubungi terpisah menyampaikan kasus tersebut kini dihendel sama petugas dari Kanwil Bali, NTB dan NTT, karena pihaknya berada di bawah Kanwil yakni Satker. Usai pencacahan dilakukan lidik guna memastikan status barangnya, karena itu berada di dalam daerah pabean Indonesia, apakah itu barang impor atau antara pulau karena posisinya berada di pelabuhan antar pulau.

“Kita belum dapat info dari Kanwil berapa jumlah mesin dan rangka, mungkin nanti keterangannya menyusul. Yang kami dapat secara global itu 25 peti, kami tidak turun ke lapangan karena itu giatnya teman-teman pengawas,” ujar dia.