Demokrat dan PAN Akan Bersikap Soal ASN Yang Memarahi Wakil Walikota Kupang

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Ketua Fraksi Demokrat Herry Dahi Kadja, sangat menyesalkan sikap dari Aparatur Sipil Negera (ASN) atas nama Jovid Tonubesi dan Adipapa Palli bersama sejumlah orang yang mengaku Tim Sukses (Timses) datang memarahi Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man, diruangkerjanya pada jam kantor, pada Kamis (02/112017) lalu.

“Ini merupakan Pelanggaran etika, dan bisa mengarah pada pelanggaran hukum. Apalagi mereka datang dan menyebut mereka sebagai tim sukses dari paket FirmanMu, dan menyebut mereka bekerja memenangkan paket FirmanMu hingga berdarah-darah. Sebagai partai Utama pendukung Paket FirmanMu saya sangat kesal dengan ulah buruk dari ASN yang mengaku sebagai tim sukses dan sebagai kader Demokrat tulen saya tidak terima dengan perlakuan mereka,” Herry Kadja kepada wartawan di Sekertariat DPC Demokrat Kota Kupang, Sabtu (04/11/2017).

Herry mengaku, terpilihnya Paket FirmanMu untuk memimpin Kota Kupang atas, kepercayaan rakyat dan perjuangan dari semua elemen, baik Partai Politik, dan masyarakat, jadi tidak bisa segelintir orang mengaku mereka punya jasa besar dan seenaknya saja mengatur pemerintah semau mereka.

“Kalau mereka mengaku punya jasa besar untuk memenangkan Paket FirmanMu parameternya apa? Kita semua bekerja dan peran partai politik juga sangat besar, jadi tidak bisa segelintir mengaku berjasa lalu mau mengatur mutasi, dan kalau tidak dituruti seenaknya saja mereka memarahi pimpinan mereka,” kata Herry.

Herry juga mengaku kesal, karena dalam video yang sudah menjadi viral di Indonesia, ada seorang yang mengatai Wakil Walikota dengan kata-kata kasar, kemudian menyebut Wakil Walikota hanya datang membawa badan dan tidak punya kontribusi apapun terhadap pemenangan Paket FirmanMu.

Meneurutnya, Wakil Walikota Hermanus merupakan kader dari Partai Amanat Nasional, yang mempunyai empat kursi di DPRD Kota Kupang. Selain itu peran DPW PAN NTT, maupun DPD PAN Kupang sangat besar dalam pemenangan Paket FirmanMu, sehingga sungguh naif kalau mereka berkata begitu kepada Pak Hermanus Man.

Terhadap perilalku buruk ASN seperti itu, Kata Herry, Fraksi demokrat akan mengusulkan digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) Gabungan Komisi untuk membahas masalah tersebut.

“Pada Senin (06/11/2017) nanti kami akan menyurati Pimpinan DPRD Kota Kupang agar segera dilakukan RDP. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Fraksi Gerindra, PAN, PPP yang merupakan fraksi dan partai pendukung Paket FirmanMu,” Kata Kadja

Kekesalan yang sama juga diungkapkan Ketua DPD PAN Kota Kupang, Felix Dando, menurutnya tidak sepantasnya ASN yang merupakan Bawahan Wakil Walikota. Hermanus Man, datang memarahinya. Seharusnya para ASN menghormati pimpinan mereka, dan tidak boleh melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak etis, apalagi mengatai Wakil Walikota datang hanya membawa badan tidak berkontribusi memenangkan Paket FirmanMu.

Baca juga : Hanya Di kota Kupang ASN Bentak dan Marahi Wakil Walikota Di Ruang Kerja

“Penyataan dalam video yang sempat viral media sosial, bahwa Wakil Walikota hanya datang badan kosong, perlu diklarifikasi, karena PAN punya empat kursi di lembaga DPRD Kota Kupang, sehingga secara otomatis kontribusi Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man adalah empat kursi tersebut, ditambah dukungan dari seluruh kader yang berada di Kota Kupang,” katanya.

Ia mengaku, wakil walikota, Hermanus Man adalah kader PAN, yakni sebagai Ketua MPPD PAN Kota Kupang. Sehingga dengan kejadia tersebut pastinya sesuai instruksi partai pasti ada reaksi.

“Secara pribadi mereka adalah sahabat dan teman baik. Namun, jika sudah berbicara soal harga diri partai kami akan mengambil sikap. Sebab video ini sudah viral sampai ke DPP PAN sudah mulai ambil reaksi, sebaliknya juga DPW PAN, yang perintahkan kasus ini harus di tuntaskan,” tegasnya.

Oleh karena itu, sikap PAN soal kejadian ini, DPD PAN Kota Kupang akan menggelar rapat interen, guna langkah-langkah apa yang diambil. Sehingga paling hasil pada Senin (6/11/2017) sudah bisa diketahui, sebab keputusan ini nantinya keputusan partai bukan per-individu, karena bicara kader wakil walikota adalah kader PAN.

Sementara disinggung apa PAN mendukung akan dilaksanakkan RDP, dirinya mengatakan, berkaitan akan dilakukan RDP, tentunya fraksi PAN di lembaga legislatif mendukung. Sebab dalam pembicaraan antara ketua DPD dan Ketua Fraksi, salah satu poin adalah RDP.

“RDP perlu guna mengetahui sebenarnya penyebab terjadinya kasus tersebut. Karena kasus ini simpang siur, walaupun dalam kejadiaan yang direkam saya ada,” lanjutnya.

Tetapi kehadirannya dalam kejadian tersebut, tambahnya reaksi kejadianya sudah 7 atau 8 menit, sehingga kehadiranya mengetahui jelas persoalan awalnya. “Kehadiran saya di kejadian tersebut berada pada pertengan hampir habis,maka saya masih sempat mengatakan bicara satu-satu dan jangan pakai tunjuk-tunjuk karena ini pak Wakil Walikota, yang merupakan pejabat negara, sehingga perlu jaga etika. Wali kota dan Wakil Wali kota yang dipilih adalah masyarakat kota, bukan siapa yang pilih, atau dia walikita saya,” ungkapnya.

Sedangkan berkaitan dengan keterlibatan ASN yang mengaku sebagai tim pemenang, tambahnya dari partai menyerahkan ke pemerintah untuk diproses sesuai aturan yang berlaku bagi ASN tersebut.