Hanya Di kota Kupang ASN Bentak dan Marahi Wakil Walikota Di Ruang Kerja

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Di Kota Kupang ada Kejadian yang sungguh aneh dan mungkin baru pertama kali terjadi di Indonesia, dimana seorang Bawahan yang juga Aparatur Sipil Negara (ASN) memarahi pimpinannya dengan dalih Mutasi.

Kejadian tersebut terjadi di Kota Kupang, dimana ASN di lingkup pemerintah Kota Kupang memarahi pimpinannya, Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man di ruang kerjanya. Bahkan yang bersangkutan juga membentak mengatai Wakil Walikota dengan kata-kata yang tidak sopan.

ASN Dilingkup Pemerintah Kota Kupang, yang datang memarahi pimpinanya adalah Jovid Tonubesi bersama Adipapa Pali bersama sejumlah orang yang mengaku sebagai Tim Sukses, yang memarahi Wakil Walikota terkait rencana mutasi dilingkup pemerintah Kota Kupang.

Berdasarkan rekaman video berdurasi sekitar 6 menit lebih yang diambil dari ruangkerja Wakil Walikota Kupang, pada kamis (02/11/2017).

Nampak dua ASN Jovic Tonubesi, dan Adipapa Pali masuk kedalam ruangan bersama sekelompok orang kemudian memarahi Wakil Walikota dengan nada suara yang sangat tinggi sehingga terkesan Wakil Walikota seperti bawahan mereka.

Bahkan salah seorang PNS Kabupaten Kupang yang mengaku tim sukses mengatai Wakil Walikota hanya datang membawa badan dan tidak punya kontribusi apapun saat pilkada. Yang bersangkutan juga menyebut dirinya punya andil besar karena bekerja siang malam hanya untuk memenangkan paket FirmanMu. Inti dari Timses memarahi Wakil Walikota Hermnaus Man, karena mereka merasa tidak puas soal rencana mutasi yang akan dilakukan Walikota dan Wakil Walikota.

Dalam rekaman Video tersebut, nampak Wakil Walikota Hermanus Man terkesan tidak berdaya menghadapi ASN bawahanya, bahkan Wakil Walikota meminta Maaf kepada timses dan ASN, dan bersumpah atas nama Tuhan karena merasa tidak pernah berbuat seperti apa yang dituduhkan.

“Sumpah demi nama tuhan saya tidak pernah berbuat demikian. Saya merasa tidak ada apa-apanya jika tidak ada dukungan dari Adik Jovic dan lainnya.” Ujar Hermanus seperti nampak dalam video

Dalam video tersebut nampak pula Ketua DPC Partai PAN Feliks Dando, yang coba melerai perselisihan, namun seperti tertampak dalam Video tersebut, permintaan Feliks dando tidak di indahkan. Nampak pula dalam video tersebut, Kasat Pol PP Thomas Dagang bersama sejumlah Anggota Pol PP, namun pihak Pol PP tidak bertindak apapun meski pemimpin mereka dimarahi oleh ASN di Lingkup PemKot Kupang.

Terpisah, walikota Kupang Jefri Riwu Kore angkat bicara soal kejadian yang direkam dalam bentuk video yang sempat viral di media sosial.

Baca juga : RSUD Kota Kupang Akan Ajukan Proposal Senilai 150 Miliar Ke Kemenkes

Kepada wartawan saat ditemui setelah usai membuka kegiatan di Kantor Badan Pengelolaan keuangan dan aset daerah, Jumat (3/11/2017) mengaku kecewa atas kejadian tersebut. Karena Wakil Walikota adalah seorang pimpinan daerah, sebab hanya karena isu perorangan lalu dijadikan isu yang besar yang diiringi dengan keributan besar, dan memarahi Wakil Walikota.

“Jangan hanya karena kepentingan satu atau dua orang merusak semua tatanan pemerintahan yang baik. Yang jelas untuk menyenangkan semua orang tidak bisa, karena pastinya akan ada satu dua orang yang akan kecewa. Untuk itu satu atau dua orang yang kecewa ini jangan sampai buat yang aneh-aneh, sebab kami tidak bisa diatur oleh orang bahwa ini orang ini harus dikasih pindah, dengan alasan ini dulu dukung Jonas dan ini dulu dukung kami, itu semua tidak ada,” tegas Jefri.

Jefri mengaku, dirinya tidak ada urusan lagi dengan Timses, karena semua proses pilkada sudah lewat. Kalau ada yang menuntut bahwa pejabat ini harus diganti, tidak bisa kami penuhi.

“Kami selektif dalam memilih pejabat, untuk itu bagi mereka yang bukan pendukung kami, tapi mampu bekerja dengan baik akan kami pakai. Begitu pun sebaliknya, komitmen saya dengan wakil walikota sudah jelas. Pak Wakil Tugasnya tangani ASN, sedangkan saya akan lakukan loby untuk mendapatkan anggaran dari pempus,” Ujarnya.

Walikota mengaku, terhadap pertikaian tersebut, dirinya sudah memanggil mereka dan menyampaikan secara baik-baik kepada mereka dan dirinya berharap agar hal seperti tidak terulang lagi.

Sementara disinggung soal sikap pemerintah kedepan guna tidak terjadi hal yang sama, karena mereka dalam pengakuan adalah tim pemenang pada waktu Pilkada, Jefri mengaku bahwa tim sukses hanya ada pada saat proses pilkada, setelah itu tidak ada lagi yang namanya tim sukses. Untuk segala sanksi yang diberikan kepada ASN tersebut, akan diwenangkan kepada Sekda Bernadus Benu.

Sementara Anggota DPRD asal Partai Demokrat, Mauridz Kaleilena meminta pemerintah harus bertindak tegas terhadap ASN yang melakukan tindakan tidak terpuji. Menurutnya, sebagai bawahan tidak etis seorang ASN membentak dan memarahi Wakil Walikota Kupang di ruang kerjanya, apalagi melibatkan orang luar.

“Ini sungguh tidak etis sebab kedua pemimpin itu merupakan simbol Kota Kupang, jadi harus ada tindakan tegas buat mereka,” katanya.