Indonesia dan Australia Luncurkan Program INOVASI di NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI meluncurkan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) Kemitraan Indonesia – Australia di Sumba.

Peluncuran program tersebut dilaksanakan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (Mou) antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Kupang.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mewakili Pemerintah NTT dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI diwakili oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Totok Suprayitno di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Kamis (2/11/2017).

Program ini merupakan bentuk kemitraan bidang pendidikan yang berfokus pada peningkatan mutu hasil pembelajaran literasi dan numerasi siswa di jenjang pendidikan dasar.

Sebagai kemitraan kedua Program INOVASI di Indonesia, implementasi program INOVASI di Provinsi NTT akan dilakukan di empat kabupaten yaitu Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya dan Sumba Timur.

Menurut Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, diluncurkannya Program INOVASI ini merupakan tekad dan dukungan pemerintah bersama para mitra program dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sumba, terutama di jenjang pendidikan dasar.

Baca juga : PKB NTT Hanya Proses Balon Gubernur Dalam Bentuk Pasangan

“Kami menyambut baik program Inovasi di NTT yang akan berupaya untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa, terutama dalam hal kemampuan literasi dan numerasi,” katanya.

Bentuk kemitraan bidang pendidikan tersebut kemudian semakin dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepakatan antara Gubernur NTT dengan masing- masing Bupati di empat kabupaten tersebut, yaitu Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu, Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole, Bupati Sumba Tengah, Umbu Sappi Patadeuk dan Bupati Sumba Timur, Gideon Mbilijora.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Totok Suprayitno menyatakan, bangga dengan dukungan dan kerja sama yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi NTT yang sangat berkomitmen untuk melakukan perubahan. Aplikasi nyata dari program INOVASI ini akan tampak di depan kelas belajar.

“Bukan dalam bentuk mendikte, namun lebih dengan menggali potensi lokal sehingga dapat memberi arah pola pengajaran bagi anak karena tuntutan saat ini bukan seberapa banyak siswa yang belajar, tetapi seberapa kompeten mereka, agar mampu berperan penting dan unggul dalam pergaulan global,” katanya.

Program INOVASI, sejalan dengan Gerakan Literasi Nasional, akan bekerjasama dengan guru, orang tua, kepala sekolah, pemerintah kabupaten dan pemangku kepentingan kunci lainnya, dalam menemukan dan memahami cara- cara lokal untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi, baik itu di kelas maupun di sekolah.

Konselor Bidang Pembangunan Manusia, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia – Kedutaan Besar Ausralia di Jakarta, Michelle Lowe mengatakan, program INOVASI merupakan kemitraan penting antara Pemerintah Australia dan Indonesia. Kerja sama selama ini telah dilakukan lebih dari 10 tahun untuk memperkuat sistem pendidikan di Indonesia.

“Kami percaya bahwa kualitas pendidikan sangat penting bagi Indonesia dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan manusia dan masyarakat, serta angkatan kerja yang sehat dan produktif,” ujar Michelle.