Bupati Belu dan Pimpinan DPRD Melayat Jenasah Korban Pembunuhan di Sesekoe

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Bupati Belu, Willybrodus Lay didampingi Wakil Ketua DPRD Belu, Benedictus Hale melayat jenasah Julio da Silva (24) korban pembunuhan di rumahnya RT 20/RW 06 Sesekoe, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Selasa (31/10/2017).

Dihadapan keluarga korban, Bupati Lay menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Julio da Silva alias Sudin. Kematian korban jangan dikait-kaitkan dengan status warga eks pengungsi tapi merupakan warga Belu. Semua yang ada warga Belu tidak ada warga eks Tim-Tim.

“Kasus ini tidak akan selesai kalau masih memilih ada warga lokal dan pengungsi. Kita semua tidak menginginkan ini terjadi. Ini dinamika yang terjadi antar anak muda. Mari kita dengan kepala dingin menyerahkan kasus ini ke pihak Kepolisian,” imbuh dia.

Dikatakan, persoalan ini tidak boleh berlarut-larut dan harus segera ditindaklanjut oleh pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas para pelaku pembunuhan terhadap korban. Karena itu diminta kepada pejabat Polres yang hadir agar menyampaikan ke Pak Kapolres agar usut tuntas pelaku pembunuhan.

“Persoalan ini saya akan memonitor sejauh mana. Yang saya inginkan kita di negara hukum, karena itu hukum harus ditegakkan, tidak ada kompromi. Hukum tetap hukum yang bersalah tetap hukum,” tegas Lay.

Dia mengajak keluarga dan kerabat korban agar secara bersama-sama menahan diri, kepala dingin dan serahkan ke Polisi yang sedang melakukan penanganan kasusnya. Kalau kita mencintai negara mencintai Kabupaten Belu, mari kita sama-sama meletakan kata Belu di bumi yang kita tempati ini.

“Julio sudah meninggal dan harus melepas dia. Aparat Polisi sudah tangani kasusnya. Kalau pak Kapolres tidak tindak lanjut maka saya akan lapor Kapolres, tapi saya yakin pihak polisi akan bekerja secara profesional,” ucap dia.

Lay berharap, keluarga korban dan semua warga tetap menjaga situasi sehingga tetap kondusif. Proses hukum terus berjalan dan Polisi bekerja profesional. “Dari lubuk hati paling dalam saya minta seluruh warga Belu tetap jaga kondisi agar tetap aman, hidup damai dan tenang,” pinta dia.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Bene Hale mengaku dirinya baru mengetahui kejadian pagi tadi. Oleh karena itu dari lubuk hati paling dalam meminta maaf dan turut berdukacita atas meninggalnya Sudin. Dari lembaga DPR meminta agar kasus ini diusut tuntas Polisi dan tidak kata damai.

“Salah satu pelaku sudah ditangan aparat dan itu kunci Polisi untuk tangani lebih dalam. Mari kita serahkan ke Polisi dan kami dari Dewan akan mengawal persoalan ini. Jangan terlalu lama dan kami tidak intervensi, tapi Polisi akan kerja profesional dan ungkap pelaku. Proses hukum harus transparan,” tegas dia.

Hale meminta seluruh keluarga dan kerabat korban berbesar hati menerima kasus ini, tapi tidak menutup proses hukum. Kalau bisa secepatnya dituntaskan sehingga tidak ada dampak lanjutan yang menimbulkan konflik antar warga.

“Saya yakin aparat akan ungkap dan yang terlibat diambil dan proses sesuai hukum. Hukum tajam ke bawah jangan tumpul ke atas sehingga keadilan dalam proses hukum dirasakan masyarakat,” pinta Hale.

“Saya yakin polisi profesional dalam menangani kasus percayakan pada pihak Kepolisian. Saya berharap pada Pak Felix tolong kendalikan warga agar tidak terjadi hal-hal lain yang tidak kita inginkan bersama,” tambah dia.

Selain Bupati dan Pimpinan Dewan Belu turut hadir melayat jenasah di rumah korban, Camat Atambua Barat, Kasat Pol PP Belu, Kabag Ops Polres Belu, Kabag Sumda, Kabag Babintibmas. Tampak anggota Buser, Sat Intelkam Polres Belu dan Pol PP ikut hadir guna menjaga keamanan.

Sesuai informasi yang dihimpun, Julio da Silva yang kerap disapa Ucil meninggal dunia dengan luka tusukan di bagian rusuk tubuh pada Selasa dini hari pukul 04.00 Wita setelah kejadian pertengkaran dengan sekelompok pemuda dari kampung tetangga Onoboi di depan Pertamina Sesekoe.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*