Tarian Timor Leste Pukau Ribuan Warga di Festiva Fulan Fehan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlineniw.com – Penampilan tarian peserta asal negara tetangga Timor Leste memukau ribuan warga yang dalam even pagelaran pesona Likurai festival Fulan Fehan, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Timor Barat, Sabtu (28/10/2017).

Penampilan perdana para penari pelajar asal Timor Leste dengan tarian kolaborasi Timor-Portu langsung disambut riuh Mendagri RI Tjahjo Kumolo, Bupati Belu, Bupati Distric Bobonaro serta para pejabat dan tamu undangan lainnya yang menonton dengan tepukan tangan.

Tidak saja itu ribuan warga yang memenuhi hamparan lapangan berbukit di balik puncak gunung Lakaan yang menonton pun langsung teriak sambil memberikan tepuk tangan untuk penampilan tarian tersebut.

Tampilan para pelajar asal Distric Oecusse dan Bobonaro-Timor Leste dengan dentingan musik instrumen khas daerah Timor menyentuh ribuan warga. Terharu, warga Belu yang masih memiliki hubungan saudara dengan warga tetangga itu terlarut dalam kegembiraan.

Baca juga : 6000 Penari Likurai Festival Fulan Fehan Pecahkan Rekor Dunia Muri

Tarian khas daerah Oecusse menjadi akhir penampilan para penari asal negara Timor Leste setelah tiga penampilan tarian ditampilkan dalam pagelaran pesona Likurai festival Fulan Fehan yang melibatkan 6000 penari.

Usai penampilan peserta Timor Leste, Bupati Maliana, Jefrinus Soares do Santos kepada NTTOnlinenow.com mengatakan, ada sebanyak 34 pelajar penari pelajar dari distric Oecusse dan Bobonaro yang mewakili Timor Leste untuk terlibat dalam kegiatan festival hari ini.

“Kami lihat sangat spektakuler, bagus sekali. Inisiatif yang baik dari Bupati mengundang kami ambil bagian dalam event ini. Meski kami tidak maksimum tapi kami merasa terhormat sekali dalam acara yang meriah ini,” ujar dia.

Lanjut Santos, event festival budaya Likurai ini sekaligus ajang silaturahmi antara warga kedua daerah perbatasan yang masih memiliki hubungan saudara. Tingkatkan kekeluargaan kita tunggu sekali dan kita bangga. Masyarakat di dua perbatasan ini kehidupan mereka sangat rukun.

“Melalui even ini ajang silaturahmi keluarga di perbatasan. Dengan adanya kegiatan ini semakin menjalin, mempererat hubungan kekeluargaan kedua negara,” ucap dia.