Puji Hasil Lomba Grafiti, Bupati Lay Pose Bareng Peserta Bocah SD Kelas VI

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Bupati Belu, Willybrodus Lay datangi lokasi lomba grafiti yang terletak di terminal bayangan kilo meter 4 depan Kantor Lurah Fatukbot, Atambua Selatan.

Tampak Bupati Lay bersama beberapa pejabat tiba di lokasi lomba usai menghadiri kegiatan upacara penutupan TMMD ke-100 di lapangan Kantor Camat Lasiolat, Belu, Timor Barat perbatasan RI-Timor Leste, Kamis (26/10/2017).

Tiba di lokasi, Bupati Lay langsung melihat secara dekat hasil grafiti masing-masing peserta lomba. Salah satunya Giovani da Costa, Bocah yang baru berusia 11 tahun duduk di bangku kelas VI Tenukiik merupakan peserta lomba termuda.

Dalam lomba itu, Giovani menggambarkan Presiden, wakil Presiden RI diapit Bupati, Wakil Bupati Belu. Sementara di samping gambar kartun Naruto, bagian bawah ada dua tangan, satunya memegang bendera merah putih, satu memegang karung dan gambar kartun lain serta gedung di bagian kanan atas.

Sontak hasil lukisan bocah membuat Bupati Lay kagum. Terlibat diskusi singkat Lay langsung mengajak pria yang baru duduk di bangku SD itu foto bersama. Selain itu Lay juga melihat hasil kreatifitas lain anak-anak komunitas grafiti dan memberikan pujian.

Baca juga : Komunitas Grafiti Atambua Unjuk Kebolehan Lewat Lomba Grafiti

“Ini bagian keindahan kota, kita dukung. Kemarin dulu lain, tapi dalam dua hari kemarin dirombak seniman dua hari berubah meski tidak semua tembok. Apresiasi dan terimakasih untuk karya yang luar biasa ini,” ujar dia.

Dikatakan, ini jalur yang pusat kota kita dan disambut keindahan berupa gambar grafiti. Bakat anak-anak harus terus didukung dan dikembangkan ke depannya. Untuk itu diminta kepada petugas kebersihan mulai besok membersihkan kawasan ini.

“Grafiti ini aset kita, karena itu mari jaga kebersihan di lokasi ini. Terkait bus-bus yang parkir ada positif karena menarik orang-orang untuk berfoto, karena itu atur ketertibannya,” ucap dia.

“Tembok masih panjang kosong, kan tidak bagus. Harus dipenuhi semua dengan hasil kreatifitas anak-anak, karena itu ke depan akan ada lagi lomba grafiti,” tambah Lay.

Untuk diketahui, lomba grafiti yang digelar Pena Batas RI-RDTL diikuti kurang lebih 12 tim yang tergabung dalam komunitas grafiti Atambua. Hasil dari lomba yang digelar selama dua hari itu berupa pesan-pesan membangun Belu sesuai tema sumbang gagas bangun Rai Belu.

Sebanyak 20 petak tembok pembatas yang dikenal terminal bayangan itu kini berubah gambar-gambar hasil kreatifitas yang mengandung pesan ekonomi, budaya, pariwisata, pendidikan, politik, kerukunan agama dan pesan nasionalisme.

Untuk diketahui, hasil lomba grafiti sementara dinilai Tim juri dan akan diumumkan para pemenang dalam waktu dekat dilanjutkan dengan pemberian hadiah bagi para juara juga peserta lomba lainnya.