Besok LPMTI Belu Gelar Dialog Pemuda Kebangsaan di Tapal Batas Belu-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Lembaga Peduli Masyarakat Timor Indonesia (LPMTI) Cabang Belu akan gelar dialog pemuda kebangsaan membangun perbatasan.

Direncanakan dialog kebangsaan dalam rangka hari sumpah pemuda akan berlangsung di hotel Nusantara 2 Atambua, Rabu (25/10/2017), Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Demikian disampaikan Ketua LPMTI Cabang Belu, Mariano Parada kepada media, Selasa (24/10/2017) di Atambua.

Menurut Parada, tema dialog kebangsaan membangun perbatasan dalam semangat sumpah pemuda. Dialog kebangsaan guna mempertegas posisi pemuda dalam akselerasi pembangunan dan menyadarkan pemuda perbatasan akan pentingnya partisipasi aktif dalam upaya pembangunan bangsa dalam semangat persatuan demi menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI di wilayah perbatasan RI-RDTL.

“Kegiatannya dilaksanakan sehari dan target peserta yang akan hadir 100 orang. Narasumber dari unsur pemerintah daerah Belu, unsur TNI, unsur tokoh agama dan unsur tokoh pemuda,” jelas dia.

Dikemukakan bahwa, pemuda adalah generasi penerus bangsa. Keabsahan slogan ini tidak terbantahkan karena mau tidak mau, sanggup atau tidak sanggup, pemudalah yang akan menggantikan kedudukan generasi-generasi sebelumnya dalam membangun bangsa.

Lebih lanjut dikatakan Parada, pemuda sudah sepantasnyalah menjadi agent of change, pembawa perubahan, yang membawa bangsa ini menjadi lebih baik, lebih bersatu, lebih makmur, lebih demokratis, dan lebih madani. Inilah kira-kira peran pemuda yang seharusnya dapat diwujudkan bersama.

Baca Juga : Arsip Nasional Gelar Pameran di Tapal Batas Belu-Timor Leste

“Pemuda memainkan peran penting bagi bangsa. Sejarah bangsa ini, Pemuda selalu menjadi penggerak kebangkitan bangsa. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah contoh nyata. Peristiwa lain yang menunjukkan betapa pentingnya peran pemuda adalah peristiwa Rengasdengklok, 16 Agustus 1945 dan esok harinya, 17 Agustus 1945, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia,” terang dia.

Kondisi bangsa saat ini jelas Parada telah berubah, 89 tahun pasca Sumpah Pemuda, kondisi pemuda Indonesia pun berbeda. Untuk itu, di momen 89 tahun Sumpah Pemuda ini, saatnya pemuda Indonesia kembali memaknai Sumpah Pemuda, berefleksi dan membayangkan bagaimana dulu para pemuda dari berbagai daerah berkumpul untuk bangsa Indonesia.

“Indonesia kini sudah merdeka. Namun semangat Sumpah Pemuda jangan sampai luntur, mungkin hanya tujuannya yang sedikit berbeda, tujuannya kini bagaimana agar bangsa ini bisa jauh lebih baik dan bermartabat,” tegas Parada.

Dengan adanya kegiatan dialog ini diharapkan, pemuda di perbatasan Belu dapat menyadari segala potensi, kekreatifan, semangat dan keaktifan untuk berkontribusi membangun Indonesia menjadi negara yang maju dan berkembang pesat.

“Paling tidak peran pemuda dalam membangun daerahnya masing-masing apalagi pemuda Belu yang berada di salah satu perbatasan Indonesia, tentu sangat memeiliki peran penting,” pinta Parada.

Lanjut dia, selain kegiatan dialog kebangsaan, akan digelar juga mimbar bebas Generasi Muda Perbatasan Untuk Indonesia Hebat yang merupakan gabungan dari Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Belu diantaranya CIS Timor Atambua, LPMTI Cabang Belu, PMKRI Cabang Atambua, GMNI Cabang Belu, FKPPI Kabupaten Belu, Pemuda Katholik Kabupaten Belu, Remaja Masjid Hidayatulah dan KOMPAS untuk secara tegas menolak paham radikal di Kabupaten Belu.

“Kita juga menggagas kegiatan mimbar bebas menolak berdirinya Ormas yang bertentangan dengan Pancasila, menolak kelompok dan kegiatan yang bermuatan paham Radikal serta ikut berperan aktif mendukung kebijakan Pemerintahan Jokowi yang tercantum dalam program Nawacita untuk Indonesia Hebat. Puncaknya akan kita deklarasikan pada tanggal 28 Oktober 2017 nanti,” kata Parada.