Pemkab Belu Gelar Atambua Culture Fashion Festival

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Guna mendukung pembangunan sektor kepariwisataan di daerah Belu perbatasan RI-Timor Leste, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pariwisata menggelar Festival Kreasi Tenun Ikat (Atambua Culture Fashion Festival) di GOR L.A Bone wilayah Timor Barat, Senin (23/10/2017).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Yohanes Andes Prihatin dalam sambutan sekaligus membuka even festival tenun ikat menuturkan, dalam RPJM tahun 2016-2021 Pemkab Belu menempatkan sektor pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat Belu.

“Kami meyakini bahwa sektor ini dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat Belu. Semua ini tentu bukan tanpa alasan, banyak potensi pariwisata yang belum tergali sebelumnya,” ujar dia.

Selain itu juga kita memiliki warisan budaya dari pada leluhur seperti ritual-ritual adat, kesenian, dan motif tenun daerah yang sangat kaya dengan makna dan kejayaan cerita masa lampau. Sebagai daerah yang berbatasan darat langsung dengan negara Timor Leste, daerah Belu mempunyai posisi yang baik untuk manjadi magnet menarik wisatawan berkunjung.

“Dari sisi akses dan infrastruktur sudah menjangkau di daerah-daerah perbatasan dan kita mesti berterimakasih pada Pemerintah. Data jumlah kunjungan ke Belu tahun lalu mencapai 5000 kunjungan dan ini harus kita manfaatkan,” ujar dia.

Baca juga : Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Pemkab Belu Gelar Berbagai Kegiatan

Diingatkan bahwa modal keindahan alam saja tidak saja cukup, warisan budaya saja tidak cukup, kita terus berkreasi untuk membenahi dan mempersiapkan diri sehingga dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan berkunjung ke Belu. “Haparan ini dapat terwujud setidaknya melalui kerja sama kita semua termasuk para pelaku ekonomi kreatif di Belu,” ujar dia.

Untuk itu terimakasih kepada badan ekonomi kreatif yang telah menginisiasi program Ikkon, inovasi kreatifitas melalui kolaborasi nusantara yang mana tahun ini telah memilih Kabupaten Belu salah satu dari lima Kabupaten di Indonesia yang mengikuti program ini.

“Ini manfaat yang luar biasa karena mampu mengidentifikasi potensi-potensi ekonomi kreatif yang selama ini belum kami sadari. Melalui even ini semua pelaku ekonomi bisa lebih termotivasi,” harap Prihatin.

Tujuan kegiatan Atambua Culture Fashion Festival untuk mempromosikan nilai luhur kekhasan tenun ikat lokal secara masif dan efektif agar wisatawan baik domestik maupun mancanegara berkunjung ke Kabupaten Belu sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

Diabadikan media, terdapat stand-stand peserta pelaku pariwisata dari 12 Kecamatan, ikkon badan ekonomi kreatif Jakarta, Dekranasda Belu yang memamerkan hasil kerajinan kreatifitas lokal. Selain itu juga terdapat stand perancang Hendi Hartono Jakarta, Erwin Yuan Kupang serta La Tulip.

Selain pameran hasil kerajinan lokal itu, even perdana culture fashion festival itu dimeriahkan juga dengan talk show, caoching clinic dan fashion show yang berlangsujg selama tiga hari hingga 25 Oktober mendatang. Turut hadir dalam giat festival Ketua Tim Penggerak PKK Belu, Organisasi Perempuan Belu, Kadis Koperasi Belu, Pejabat IKKON serta undangan lainnya.