Arsip Nasional Gelar Pameran di Tapal Batas Belu-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kabupaten Belu menggelar pameran arsip nasional.

Pantauan media, Senin (23/10/2017) sebanyak 30 arsip nasional berupa arsip foto-foto dan naskah-naskah sejarah yang mempunyai nilai historis di pulau Timor dipamerkan dalam pameran perdana dengan cara dipajangkan di halaman Kantor Arsip Belu.

Adapun arsip nasional yang dipamerkan diantaranya terkait foto-foto kunjungan Presiden Republik Indonesia Soekarno ke Kabupaten Belu. Foto bangunan gereja tua Protestan dan Katolik di pulau Timor.

Selain itu foto aktivitas buruh di pabrik Icah, pabrik pembuatan kaleng cornet, foto masyarakat Atambua dengan berpakaian adat serta beberapa foto dan naskah sejarah di pulau Timor.

Direktorat Layanan dan Pemanfaatan ANRI, Bambang Subowo mengatakan, pameran ini merupakan salah satu implementasi dari misi Arsip Nasional yaitu memberikan akses arsip kepada publik untuk kepentingan pemerintahan, pembangunan, penelitian dan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan rakyat sesuai peraturan perundang-undangan dan kaidah-kaidah kearsipan yang berlaku.

“Salah satunya yakni memberikan akses arsip pada publik melalui pameran arsip yang bersumber dan khazanah arsip yang tersimpan di ANRI. Terutama berkaitan dengan politik dan pemerintah, ekonomi, kebudayaan, keagamaan, sosial dan pendidikan serta infrastruktur,” ujar dia dalam sambutan sekaligus membuka pameran arsip nasional.

Besar harapan melalui katalog pameran ini dapat memberikan gambaran mengenai khazanah arsip kabupaten Belu yang tersimpan dan terawat dengan baik di ANRI dan menjadi panduan bagi para pengunjung pameran.

baca juga : Pemkab Belu Gelar Atambua Culture Fashion Festival

“Semoga pameran arsip ini memberikan manfaat yang besar dan pengetahuan bagi masyarakat Belu,” pinta dia.

Lanjut Bambang pameran ini dilakukan juga di beberapa daerah. Tapi hari ini fokus di Atambua yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, dengan maksud arsip yang dipamerkan dapat dilihat oleh masyarakat Belu khususnya pada generasi muda bangsa.

“Terimakasih sekali hari ini pada pembukaan ada pelajar dari SMA, SMP dan SD yang hadir. Ini memang merupakan sumber kesejarahan ini pada generasi muda,” urai kepada media.

Melalui pameran ini generasi muda dan khususnya masyarakat umum akan lebih luas pemahamannya pengetahuan tentang sejarahnya yang benar khususnya sejarah dari masyarakat Belu.

“Ini pameran berupa foto dan naskah tentang pengamatan gubernur Provinsi NTT. Juga foto-foto kedatangan Presiden Soekarno tahun 1954 dan foto unggulan kacang hijau dan garam masyarakat Belu,” kata Bambang.

Diharapkan, pameran ini tidak saja berlangsung hari ini tapi terus berkelanjutan agar masyarakat luas di Belu bisa mengetahui tentang sejarah di Belu. “Pamerannya akan berlangsung hingga tanggal 27 mendatang. Setelah pameran arsip-arsip ini akan ditinggalkan untuk Dinas Arsip Belu,” pungkas dia.