Jambore Forum Orang Muda di Perbatasan Belu-Timor Leste

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Lembaga Pengembangan dan Perlindungan Anak (LPPA) Belu-TTU mitra ChildFund menggelar jambore forum orang muda untuk perlindungan anak di aula SVD Nenuk, Desa Naekasa, Kecamatan Tasbar, Kabupaten Belu, Sabtu (21/10/2017).

Kegiatan yang bertajuk bangkitlah orang muda, ciptakan kampung ramah anak diikuti 350 orang peserta yang berasal dari forum muda Desa Silawan, Dualaus, Leosama, Kabuna, Naekasa, Kelurahan Fatukbot, Manuaman, Manumutin, Fatubenao dan Forum Anak Daerah Belu di Timor Barat perbatasan RI-Timor Leste.

Koordinator Umum LPPA Belu mitra ChildFund, Mikhael Riu Tae dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan mengatakan, kegiatan ini sangat luar biasa dan dirinya sangat bangga jambore forum anak bisa terlaksana dihadiri peserta orang muda dari 10 Desa dan Kelurahan.

Dituturkan, ada 4 hak dasar anak yang jadi prioritas sesuai yang dituangkan dalam UU nomor 35 tahun 2014 yakni, hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi. Anak memiliki hak untuk bermain, berkreasi, berpartisipasi, bebas berkumpul, dan bergaul. Berhak untuk melangsungkan hidup, bertumbuh dan berkembang.

“Orang muda sebagai pemegang tongkat estafet pembangunan bangsa, akan berpartisipasi untuk mengkampanyekan kampung ramah anak di desa sebagai upaya perwujudan dari pemenuhan hak anak,” ucap dia.

Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk membangun kesadaran dan pemahaman seluruh pemangku kepentingan (Pemerintah Desa, Camat, Dinas dan lembaga terkait) bahwa anak dan orang muda juga sebagai subjek pembangunan yang harus mendapat perhatian baik dalam skala kebijakan, anggaran dan permasalahan yang respontif.

Baca juga : Dinas Koperasi UMKM NTT Gandeng Yasmara Gelar Pelatihan Kewirausahaan

“Sehingga tidak ada diskriminasi terhadap anak dan orang muda. Kegiatan ini bersifat rekreatif dan edukatif dimana peserta bisa tunjukan bakat inovatif dan kreatifitas yang dimiliki,” kata Tae.

Lanjut dia, tujuan kegiatan meningkatkan kemampuan orang muda mengenai kepemimpinan, ketrampilan berkomunikasi dan berpartisipasi dalam upaya perlindungan anak. Membangun pemahaman bersama bahwa anak perlu dilindungi. Membangun kemitraan dengan lembaga dan instansi terkait untuk dukung pemenuhan hak anak.

Hasil yang diharapkan, orang muda memiliki kemampuan untuk memimpin, termasuk berkomunikasi dan berpartisipasi. Memiliki pemahaman untuk memberikan dan ada dukungan dari Pemerintah dan lembaga terkait untuk pemenuhan hak anak.

Dengan tema ini diharapkan semakin memberikan semangat buat anak dan orang muda. Tetap semangat, kembangkan mental bakat inovatif dan kreatif. Pendamping di desa harus membuat program kerja demi terwujudnya kampung ramah anak.

“Ciptakan wilayah lingkungan yang menyenangkan bagi anak-anak. Tugas kita, bangkitkan remaja sebagai agen perubahan masa depan tunjukan aksimu bagaimana jadikan kampung ramah, tidak ada lagi kampung tawuran, mabuk- mabukan,” harap dia.

Turut hadir dalam kegiatan jambore tersebut, OPD terkait dari BP4, DP3, P2KB, PPO, Sosial, Nakertrans, KPA, Kesehatan, para Camat/Desa, pembina orang muda, pendamping FOM serta staf LPPA mitra ChildFund.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*