Petrus Minta KPK dan Polisi Telusuri Kepemilikan CV Sao Ria Plan

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) segera melaporkan Bupati Ende, Marcel Y. W. Petu ke KPK, terkait monopoli perusahaan Konsultan CV Sao Ria Plan yang diduga milik Bupati Marcel dan saat ini dioperasikan oleh adik kandungnya, Albertus Magnus Emanuel Sara.

Koordinator TPDI, Petrus Selestinus sampaikan ini dalam keterangan persnya yang diterima media ini, Jumat (20/10/2017).

Petrus menjelaskan, informasi yang diterima dari msyarakat memperlihatkan adanya dugaan korupsi pekerjaan sejumlah proyek yang menggunakan dana APBD Ende, dengan melibatkan peran kroni-kroni Bupati Marcel Petu lewat perusahaan Konsultan, CV Sao Ria Plan. Perusahaan ini diduga punya hubungan pemilikan dan/atau pengurusan dengan Bupati Marcel Petu.

“Walau banyak laporan masyarakat tentang dugaan korupsi melalui perusahaan konsultan itu, tapi pihak kepolisian sulit melakukan penyelidikan maupun penyidikan,” kata Petrus.

Advokat Peradi ini menyampaikan, saat ini terdapat sejumlah kasus untuk sejumlah proyek yang ditenggarai bermasalah hukum yang mengarah pada tindak pidana korupsi atau KKN. Hal ini terkait penanganan 44 paket perencanaan pekerjaan pada sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Ende, untuk Tahun Anggaran APBD 2015, yang lazimnya sudah ditetapkan pada pertengahan Desember 2014.

Rinciannya, Dinas Pendidikan dan Olahraga ada 18 paket. Dinas Kesehatan ada enam paket. Dinas Pekerjaan Umum ada tiga paket. Sekretariat Daerah ada satu paket. Dinas Pertanian ada lima paket. Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian ada lima paket. Dinas Kehutanan dan Perkebunan ada lima paket. Dinas Perindustrian dan Perdagangan ada satu paket.

Baca juga : PLN Bantu Korban Gempa Bumi di Lembata

“Informasi yang diinput menyebutkan, CV Sao Ria Plan yang hanya bekerja 130 hari untuk 44 Paket proyek, mendapatkan pembayaran dari Pemda Ende sebesar Rp684,240 juta lebih. Nilai ini belum termasuk pekerjaan pengawasan sebanyak 15 paket proyek. Data ini belum termasuk proyek APBD 2016,” tandas Petrus.

Petrus mengungkapkan, informasi masyarakat yang diperoleh, pemilik CV Sao Ria Plan adalah milik Marcelinus Y.W. Petu. Belum dipastikan apakah nama pemilik ini sama dengan nama Bupati Ende, Marcel Petu. Kini perusahaan itu dioperasikan Albertus Magnus Emanuel Sara, yang diinformasikan dan diidentifikasi sebagai adik kandung dari seoran yang bernama Marcelinus Y.W. Petu.

Untuk mendapatkan informasi yang valid, KPK atau Kejaksaan Agung atau Bareskrim Mabes Polri perlu memanggil Notaris Clemen Ngotu selaku pejabat pembuat akta pendirian CV Sao Ria Plan untuk diperiksa sebagai saksi.

“Pemeriksaan ini guna memastikan siapa sesungguhnya pendiri, pemilik dan siapa yang dipercaya untuk mengoperasikan CV Sao Ria Plan serta sudah berapa besar uang negara yang diperoleh secara melawan hukum melalui peran perusahaan ini, telah memberi keuntungan kepada mereka yang menjadi kroni Bupati Marcel Petu,” papar Petrus.

Dia menyatakan, TPDI juga sedang melakukan investigasi untuk memastikan apakah nama pemilik CV Sao Ria Plan sebagai tertera dalam akta pendirian sebagai pendiri atau pemilik adalah nama dari orang yang sama dengan nama Bupati Ende, Marcel Petu. Jika nama yang sama ini adalah nama dari orang satu yang sama, maka merupakan sebuah siasat, maka ini merupakan siasat yang terlalu keliru.

Karena dalam UU Pemerintahan Daerah, secara tegas dan jelas mengatur larangan bagi seorang bupati untuk merangkap menjadi seorang pengusaha. Selain itu, dilarang membuat keputusan yang menguntungkan kroni-kroninya, karena berimplikasi hukum kepada jabatan bupati diberhentikan secara permanen.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*