Inilah Kebersamaan Satgas TMMD dan Warga Lasiolat Makan Siang Bersama

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Prajurit Satuan Tugas (Satgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1605/Belu terlihat kompak bersama warga dusun Takarabat, Desa Fatulotu, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu lokasi TMMD.

Kekompakan dan kebersamaan tidak saja nampak dalam aktifitas pengerjaan Mess Guru di SDI Takarabat, Desa Fatulotu tapi juga nampak dalam istrahat siang yakni waktu istirahat makan siang bersama prajurit Satgas TMMD dan warga setempat.

Hal tersebut menunjukkan bahwa diantara TNI dan warga tidak ada perbedaan satu sama lain. Merujuk pada filosofi TNI yakni, TNI berasal dari rakyat. Tampak keceriaan dari wajah prajurit Satgas dan warga yang menikmati suasana santai.

Makan siang bersama merupakan bentuk kebersamaanaan dan kekompakan TNI dan warga dalam mengisi aktifitas sehari-sehari di lokasi TMMD ke-100 di wilayah Kodim Belu wilayah Indonesia yang berbatasan dengan negara tetangga Timor Leste.

Baca juga : Mayor Santosa Pimpin Komando Batalyon Raidersus 744/SYB

Suasana penuh kekeluargaan antara aparat keamanan dan warga sipil itu juga tampak dalam keseharian dalam aktifitas kegiatan TMMD pembukaan jalan, pembangunan MCK, pembuatan jambanisasi dan pembangunan ruang perpustakaan di Desa Fatulotu dan Maneikun.

Disela-sela waktu istirahat, prajurit Satgas TMMD juga memanfaatkan waktu santai yakni kesempatan melakukan komunikasi sosial dengan warga di lokasi sasaran TNI manunggal. Hal itu dimaksudkan guna lebih meningkatkan keakraban TNI dan rakyat di daerah pelosok.

Sementara itu Menurut Kapten Inf I Kadek Sukrawan, Dan SSK TMMD 100 Kodim 1605/Belu sesuai laporan fisik kegiatan TMMD ke-100 tahun 2017, Senin (16/10) di Desa Fatulotu dan Maneikun Kecamatan Lasiolat, kegiatan pembukaan jalan Dusun Motaain Desa Maneikun menuju Dusun Aitimuk Desa Fatulotu (1.600 M X 6 M) 1.600 m hasil 100 persen.

Progres kegiatan rehabilitasi rumah Mess Guru SDI Takarabat telah capai 99 persen. Pembangunan Perpustakaan SDN Motaain capai 70 persen. Pembangunan MCK 10 unit capai 60 persen dan Pembuatan jambanisasi 20 mencapai 70 persen.