DPRD Belu Geram Temukan Pengerjaan Saluran Got di Los Pasar Ikan Tidak Tuntas

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Inspeksi mendadak (sidak) DPRD Belu dipimpin Wakil Ketua Benedictus Hale bersama Ketua Komisi III Theodorus F Seran Tefa dan anggota lintas Komisi menemukan pengerjaan saluran got yang tidak tuntas, Senin (9/10/2017).

Sontak temuan tersebut membuat para legislator geram dan langsung bertanya ke staf DisperindagKop yang bertugas di pasar baru Atambua yang menjadi iconnya Kota Atambua di perbatasan Belu-Timor Leste.

Disaksikan NTTOnlinenow.com, saluran yang menghubungkan bak penampung dengan tempat pembuangan terakhir itu putus tidak selesai dikerjakan akibatnya mubasir sejak dikerjakan tahun 2016 lalu. Nampak proyek saluran itu tidak tersambung akibatnya akses para pedagang lainnya terhalang.

Menurut salah seorang pedagang Puji, akibat proyek saluran yang tidak tuntas dikerjakan terpaksa dirinya harus menutup lapak atau kios yang terhalang saluran tersebut sejak tahun lalu.

Pengerjaan saluran yang terkesan asal jadi dan tidak berfungsi itu, tidak hanya membuat sampah menumpuk tapi beberapa kios yang berada persis di depan got terpaksa ditutup.

“Saya dengan beberapa pedagang lain terpaksa tutup kios sejak tahun lalu. Kami mau bawa barang keluar masuk tidak bisa, karena mobil mau masuk saja tidak bisa, tapi kami terus bayar retribusi Rp.150.000 tiap bulan padahal kami tidak jualan lagi,” kisah dia di hadapan anggota DPRD Belu yang melakukan sidak.

Baca juga : DPRD Belu Sidak ke Pasar Ikan Temukan Sampah Bau dan berulat

Wakil Ketua I DPRD Belu, Beni Hale kepada NTTOnlinenow.com dengan tegas mengatakan akan segera memanggil Kepala Dinas Perindagkop untuk dimintai penjelasan terkait pengerjaan saluran yang tidak tuntas. Juga Kadis PU Bidang Kebersihan dan Satpol PP terkait kondisi pasar yang terlihat kumuh dan semrawut.

“Saluran ini mau dibangun untuk apa? Lalu kalau seandainya selesai dikerjakan, kemana sampah akan dibuang? Apakah akan buang sampahnya ke dalam kios? Kios ini orang tutup terpaksa karena tidak ada jalan masuk karena dipalang saluran,” tanya Hale tegas.

Senada Ketua Komisi III DPRD Belu, Theo Seran tambahkan, kondisi di pasar baru ini memprihatinkan. Pasar baru ini icon Atambua, kalau tidak secara kontinyu untuk upaya supaya pasar ini bersih bagaimana pandangan masyarakat dan ini pengerjaan asal jadi, asal bapak senang.

“Terkait saluran yang tidak tuntas itu nanti DPR akan pertanyakan sumber dana dari mana dan kerja tidak tuntas alasannya apa, nanti kita akan tanya. Sekaligus kita akan tanya proses pengolah limbah sejauh mana selama ini bak sudah ada,” kata dia.

“Nanti akan kita bicarakan dengan Pimpinan untuk tentukan waktu supaya kita gelar rapat dengar pendapat, tapi tidak akan sendiri DPR dengan Pemerintah tapi akan hadirkan juga masyarakat pedagang,” tambah Theo.