Sudah 100 Persen Kecamatan di Rote Ndao Berlistrik

Rote Ndao, NTTOnlinenow.com – Sudah 100 persen listrik menyala di seluruh kecamatan di Kabupaten Rote Ndao. Prestasi ini setelah PLN menyalakan listrik di Kecamatan Landu Leko, Selasa (3/10/2017), sebagai satu-satunya kecamatan yang belum memiliki infrastruktur listrik berjaringan dari PLN. Acara penyalaan listrik dilaksanakan di Kantor Kecamatan Landu Leko, yang terletak di Desa Daiama, sekitar 40 kilometer arah timur Ba’a, ibukota Kabupaten Rote Ndao.

Penyalaan listrik untuk pertama kali di kantor Kecamatan Landu Leko, ditandai dengan pengisian token listrik oleh General Manager PLN Wilayah NTT, Christyono, kemudian penyalaan oleh Bupati Rote Ndao, Leonard Haning, dengan menggeser switch ke posisi ON pada MCB. Saat listrik menyala untuk pertama kali di Landu Leko, semua yang hadir bertepuk tangan gembira menyambut hadirnya terang listrik.

GM Christyono dan Bupati Haning juga melanjutkan penyalaan listrik di dua rumah warga di Desa Daiama, yakni di rumah Ibu Mince Marleat dan rumah Ibu Sabat Doy. Ibu Mince dan Ibu Sabat sumringah begitu listrik sudah menyala di rumahnya. Kedua ibu ini sangat gembira setelah bebas dari kegelapan, lalu bersalaman dengan GM Christyono dan Bupati Haning dan menyampaikan terima kasih, kemudian berfoto bersama.

Acara penyalaan listrik di Kecamatan Landu Leko diawali dengan tarian penyambutan oleh para gadis dan pemuda Rote yang cantik dan gagah, menyambut kedatangan rombongan General Manager PLN Wilayah NTT, Christyono, dan Bupati Rote Ndao, Leonard Haning, beserta rombongan, saat memasuki area Kantor Kecamatan. Usai acara resmi, para pemuda kembali menampilkan tarian Rote “foti” yang sangat enerjik.

Dalam sambutannya, GM PLN Wilayah NTT, Christyono, mengatakan bahwa PLN berkomitmen untuk membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dengan membangun infrastruktur kelistrikan hingga ke desa-desa.

Dikatakan, dua tahun ke depan PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur, mendapat tugas dari PLN Pusat melaksanakan program Presiden Joko Widodo, untuk melistriki seluruh desa yang belum berlistrik di Provinsi NTT. Total desa yang belum berlistrik sebanyak 1200 lebih desa harus dinyalakan dalam dua tahun, sebanyak 600 desa harus nyala dalam tahun 2017, dan sisanya harus menyala tahun 2018.

Kabupaten Rote Ndao, lanjut GM Christyono, dari total 89 desa yang ada, terdapat 31 desa yang belum berlistrik. Untuk program tahun 2017, listrik akan menyala pada 28 desa, dan tiga desa sisanya akan masuk dalam program tahun 2018. Program tahun ini, semua pekerjaan di Rote sedang ‘on progress’, mulai dari distribusi material ke desa-desa, penggalian lubang, penarikan kabel, hingga penyalaan listrik.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Bupati dan Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao, para camat dan kepala desa, serta warga desa, yang telah bekerja sama dan sangat membantu dalam banyak hal, demi keberhasilan program ‘NTT 100 Persen Berlistrik’, khususnya di Kabupaten Rote Ndao,” kata GM Christyono.

Bupati Rote Ndao, Leonard Haning, menyampaikan kegembiraan dan kebahagiaan atas hadirnya listrik untuk pertama kali di Kecamatan Landu Leko, dan mengawali sambutannya dengan mengutip ungkapan ‘habis gelap terbitlah terang’, PLN telah menghapus kegelapan dari bumi Rote Ndao.

Bupati Haning mengajak Camat Landu Leko, Jostaf Fa’ah dan enam kepala desa se Kecamatan Landu Leko, serta seluruh warga, untuk menaikkan syukur kepada Tuhan Yang Mahapengasih dan berterima kasih kepada PLN yang telah menghadirkan listrik dan mengusir kegelapan dari Bumi Rote Ndao, khususnya di Kecamatan Landu Leko.

Kehadiran listrik, lanjut Bupati Haning, agar mengubah cara hidup dan membawa perilaku yang baru. Listrik yang membawa terang, harus membawa manfaat, meningkat derajat kehidupan. baik dalam bidang pendidikan, ekonomi dan kehidupan social budaya, serta keagamaan.

“Cara hidup dan cara pikir lama yang biasa otak kotor dan suka di gelap-gelap, mulai sekarang kembali ke jalan benar dan terang. Marilah beraktivitas yang mendatangkan kebahagiaan dan sukacita, yang membangun Rote Ndao,” tegas Bupati Haning.

Manajer Unit P2K, Joko Martono, menjelaskan Kabupaten Rote Ndao memiliki 31 desa yang belum berlistrik. Terdiri dari enam belum berlistrik dari 14 desa di Kecamatan Rote Barat Daya, satu desa belum berlistrik dari 14 desa di Kecamatan Lobalain, lima desa belum berlistrik dari 13 desa di Kecamatan Rote Barat Laut, enam desa belum berlistrik dari 11 desa di Kecamatan Pantai Baru, dua desa belum berlistrik dari tujuh desa di Kecamatan Rote Tengah, dua desa belum berlistri dari lima desa di Kecamatan Rote Selatan, dua desa belum berlistrik dari tujuh desa di Kecamatan Rote Barat.

Kecamatan Rote Timur satu-satunya kecamatan yang seluruh tujuh desa sudah berlistrik. Sedangkan Kecamatan Landu Leko, adalah satu-satunya kecamatan yang belum berlistrik seluruhnya. Dengan nyalanya Desa Daiama, maka sisa lima desa lagi yang akan segara berlistrik di Kecamatan Landu Leko, yakni Desa Bolatena, Sotimori, Lifuleo, Daurendale dan Desa Pukuafu.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*